Wujudkan Pasar Ber SNI, Disperindag Pemkab Blitar Ajak Pedagang Studi Banding ke Pasar Oro-Oro Dowo Malang

Pedagang pasar tradisional Blitar saat di Pasar Oro-oro Dowo Malang
Pedagang pasar tradisional Blitar saat di Pasar Oro-oro Dowo Malang

MALANGTIMES - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Blitar mengajak pedagang pasar melakukan studi banding terkait dengan pengelolaan dan pengembangan sejumlah pasar tradisional. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja Pasar Tradisional di Kabupaten Blitar.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan berkesempatan mengunjungi Pasar Oro-Oro Dowo di Kecamatan Klojen, Kota Malang, Selasa (27/11/2018). Pasar Oro-Oro Dowo adalah salah satu pasar berlisensi Standart Nasional Indonesia (SNI). Pasar ini dibuat pada masa penjajahan Belanda. Pasar ini merupakan pasar terbersih yang ada di Kota Malang. Sehingga pasar ini nyaman untuk dikunjungi oleh para pengunjung termasuk turis mancanegara.

Mayoritas pedagang yang ikut dalam studi banding ini adalah pedagang pasar kanigoro. Tujuannya adalah mewujudkan pasar kanigoro menjadi pasar ber SNI. Selain pedagang, kunjungan kerja ini juga diikuti pengelola pasar dari beberapa pasar tradisional di Kabupaten Blitar. Kunjungan ini dipimpin oleh Sekretaris Disperindag Pemkab Blitar Sri Astuti.

Kepala Disperindag Pemkab Blitar, Puguh Imam Susanto melalui Kabid Pasar, Wita Tri Wardhani, mengatakan tujuan digelarnya studi banding ini untuk menciptakan pelayanan prima bagi pengunjung pasar tradisional di Kabupaten Blitar, khususnya Pasar Kanigoro yang akan jadi ikon perekonomian ibu kota Kabupaten Blitar.

“Tujuan kunjungan kerja adalah untuk mengetahui pengelolaan pasar yang ber SNI. Dan bagaimana cara memberikan pelayana prima kepada pengunjung. Harapan kita dengan pelayanan prima pengunjung pasar tradisional di Blitar khususnya pasar Kanigoro akan menarik bagi pengunjung. Karena kita akui selama ini pasar tradisional bersaing dengan pasar modern baik dari segi pelayanan ataupun dari mutu barang,” terang Wita Tri Wardhani.

Dari kunjungan ini para pedagang terkesan dengan aktivitas yang ada di Pasar Oro-Oro Dowo. Pasar Oro-Oro Dowo memiliki lingkungan yang bersih dan komoditas yang dijual terjamin mutu. Meski harga barang lebih mahal dari pasar lain, namun kualitas barang bisa dipertanggungjawabkan. Pelayanan ramah penjual kepada pembeli juga dikenal sebagai ciri yang melekat di Pasar Oro-Oro Dowo.

Studi banding ini sukses membangkitkan motivasi para pedagang. Mereka berkeinginan meningkatkan SDM untuk meningkatkan layanan pengunjung pasar tradisional di Kabupaten Blitar. Hal ini sesuai dengan yang diharapkan Disperindag agar pedagang bisa meningkatkan bagaimana cara melayani pengunjung, pengelolaan dan manajemen pasar.

Diharapkan pula pedagang semakin sadar menjaga kebersihan pasar. Sehingga seluruh pasar tradisional di Kabupaten Blitar bisa mengadopsi apa yang diterapkan di Pasar Oro-Oro Dowo.

“Tahun depan bila ada anggaran kami akan mengadakan suatu pelatihan peningkatakan mutu pelayanan prima bagi pedagang. Harapan kami peningkatan pelayanan ini akan sama dengan pelayanan yang ada di toko modern. Seperti seorang pengunjung yang masuk di pasar tradisional maka pengunjungnya mengucapkan selamat datang dan terimakasih,” pungkasnya.(*)

Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Blitar TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top