Puluhan lansia senam di lapangan depan Puskesmas Cisadea (foto: Tyas for Malang Times)

Puluhan lansia senam di lapangan depan Puskesmas Cisadea (foto: Tyas for Malang Times)



MALANGTIMES - Dari program Keluarga Sehat yang dijalankan oleh Puskesmas Cisadea, permasalahan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah Diabetes Mellitus (DM) dan Hipertensi. Ternyata, ini juga tak lepas dari banyaknya lansia di wilayah Puskesmas Cisadea, yakni Kelurahan Purwantoro dan Blimbing.

"Di wilayah kami itu penduduk lansianya banyak. Jadi untuk kasus-kasus kesehatan yang ada itu rata-rata memang kayak DM, hipertensi di masyarakat itu memang cukup tinggi," ungkap Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas, SKL saat ditemui di kantornya, Kamis (30/11).

Masalahnya, kedua penyakit tersebut merupakan penyakit yang masuk dalam daftar penyebab kematian dan dikenal sebagai silentkiller. Penyakit hipertensi menjadi salah satu pemicu terjadinya komplikasi penyakit degeneratif lainnya seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes mellitus dan penyakit lainnya. Begitu pula dengan diabetes mellitus jika terjadi komplikasi maka dapat mengakibatkan kematian.

Untuk itu Puskesmas Cisadea membentuk program Prolanis atau Pengelolaan Penyakit Kronis. Dalam program ini, pertama diadakan senam lansia. Sebab salah satu penyebab terjadinya hipertensi dan diabetes mellitus adalah kurangnya aktivitas fisik terutama olahraga. Untuk itulah diadakan senam lansia oleh Puskesmas Cisadea. Senam lansia dilakukan di lapangan depan Puskesmas Cisadea dengan mandatangkan guru senam.

Senam prolanis ini dilakukan satu minggu satu kali. Kemudian untuk satu bulan sekali diadakan pelaksanaan Prolanis secara lengkap. Jadi setelah senam diadakan pemeriksaan laboratorium kepada seluruh lansia.

"Diambil darahnya semua untuk periksa laboratorium. Kemudian ditensi dan sebagainya. Kemudian setelah itu berkumpul di ruang pertemuan," papar Tyas.

Dalam ruang pertemuan yang terletak di lantai dua Puskesmas Cisadea ini para lansia diberikan penyuluhan tentang kesehatan.

"Itu 1 bulan sekali. Dan cukup banyak rata-rata yang datang 70 sampai 90 orang," imbuhnya.

End of content

No more pages to load