Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas, SKL. (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas, SKL. (foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Di Kelurahan Purwantoro terdapat dua RW yang menjadi pusat industri tempe dan keripik tempe. Kurang lebihnya ada 400 pengrajin tempe dan keripik tempe di sana. Hal ini menjadikan Puskesmas Cisadea melakukan binaan terhadap mereka perihal kesehatan pekerja.

Hal ini dilakukan karena mereka mempunyai risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang mereka hadapi. Untuk itu para pelaku kesehatan di Puskesmas Cisadea memberikan pelayanan kesehatan yang salah satunya melalui pengembangan dan pemanfaatan pos upaya kesehatan kerja (UKK).

"Jadi pos upaya kesehatan kerja itu merupakan upaya kesehatan kerja bagi pekerja informal yang bersumber daya dari oleh dan untuk masyarakat itu sendiri," papar Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas, SKL.

Kegiatan yang dilakukan meliputi upaya promotif dan preventif serta pengobatan sederhana yang bersifat pertolongan pertama pada kecelakaan, pertolongan pertama pada penyakit.

Puskesmas Cisadea juga melakukan binaan untuk mengubah perilaku para pekerja untuk mengurangi dan menghilangkan risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Serta, upaya meningkatkan kesehatan pekerja.

Dalam pembinaan tersebut mereka dibagi menjadi kelompok besar dan kelompok kecil.

"Untuk kelompok besar kami mengadakan satu tahun dua kali yang biasanya ditempatkan di koperasi mereka. Kurang lebih rata-rata sampai 60 peserta setiap penyuluhan," ujar perempuan yang akrab disapa Tyas ini.

Nah untuk penyuluhan kelompok kecil terkadang juga dilakukan oleh kader pos UKK. Akan tetapi sebelumnya mereka dibekali pelatihan dulu dari Puskesmas Cisadea. Pelatihannya salah satunya terkait materi-materi penyuluhan yang harus diberikan kepada pekerja.

End of content

No more pages to load