MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang keluhkan kesadaran masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan ketika melakukan kegiatan Jumat Bersih sebagai program 99 hari kerja dari Wali Kota Malang Drs Sutiaji di kawasan wilayah aliran sungai daerah Janti, Sukun.

Banyaknya sampah yang diangkut oleh DLH saat membersihkan aliran sungai kawasan Janti rata-rata masih berjenis plastik atau bungkus makanan.

Saat ditemui MalangTIMES, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kebersihan Joao M. G. de Carvalho mengaku saat melakukan pembersihan, ia yang terjun langsung ke sungai juga melihat masih banyak sampah plastik.

"Lumayan kotor, untung sudah hujan jadi yang di dalam aliran sungai ini sudah hanyut. Ya masyarakat masih kurang kesadarannya. Dan di sepanjang (sungai) ini masyarakat masih membuangnya ke aliran sungai, (padahal) waktu bersih-bersih juga mereka tidak ikut," ujar Kabid yang akrab di sapa Jo ini.

Dalam proses pembersihan aliran sungai Janti tersebut melibatkan 150 petugas kebersihan, karena ada dua lokasi dalam satu aliran, yakni di wilayah Janti Barat dan Janti Dalam.

"Sungainya sebenarnya sama tapi ini Janti Barat dan Janti Barat. Untuk pasukan kami bagi dua, jadi 75 per lokasi. Kami juga membawa armada Comvactor 1, Dumtrucknya 1 dan mini dumtrucknya 2," imbuhnya.

Di sana, petugas DLH tak hanya mengambil sampah dari aliran sungai, melainkan juga memotong ranting-ranting pohon yang ada di pinggiran sungai. Selain itu, tanaman liar yang merambat juga mempengaruhi aliran sungai.

"Ya ini sepanjang jembatan kalau ada pemandangan kurang enak kami selesaikan sekalian, karena aliran sungai supaya lancar jalannya," pungkasnya.