Jangan Diremehkan, Pedagang Eceran Justru Penyumbang Tertinggi Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang

Ilustrasi, perancangan atau pedagang eceran di pasar-pasar tradisional menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Ilustrasi, perancangan atau pedagang eceran di pasar-pasar tradisional menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terus bertumbuh menjadi kota besar, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang optimis meningkatkan sektor perekonomian melalui industri ekonomi kreatif. Meski tidak dipungkiri, bahwa penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi di kota terbesar kedua di Jawa Timur itu adalah sektor perdagangan.

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan, saat ini pertumbuhan ekonomi di Kota Malang cukup tinggi. Tepatnya, berada pada angka 5,61 persen. "Pertumbuhan ekonomi itu lebih tinggi daripada angka di Jawa Timur yakni 5,55 persen," ujar Bung Edi, sapaan akrabnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh pemerintah, perkembangan perekonomian di Kota Malang dipengaruhi beberapa faktor. "Tapi saat ini masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran yang mencapai angka 29,55 persen," terang politisi Golkar itu.

Penyumbang pertumbuhan ekonomi lainnya yakni dari sektor konstruksi dengan komposisi 12,92 persen; jasa pendidikan sebesar 8,13 persen; penyediaan akomodasi dan makanan 4,90 persen. Angka itu disusul dari sektor informasi komunikasi dan sektor lain-lain masing-masing 3,99 persen dan 11,95 persen.

"Tahun ini Kota Malang memiliki peluang yang baik dalam pertumbuhan ekonomi. Melimpahnya tenaga kerja dan infrastruktur, ditambah investasi yang masuk diharapkan mampu memperkuat daya saing," tegas Edi. Dia menekankan bahwa Pemkot Malang optimis dapat mendongkrak sektor ekonomi kreatif pada masa mendatang. 

Hal ini tak lepas dari dukungan pemerintah pusat melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang telah memberikan kepercayaan kepada Malang sebagai kota industri kreatif pada subsektor game, aplikasi, kuliner dan film. "Kota Malang saat ini menitikberatkan pada pengembangan ekonomi kreatif. Apalagi modalnya sudah ada, terdapat 623 startup yang bergerak pada subsektor game, aplikasi, kuliner dan film," terangnya. 

Menurut Edi, upaya menumbuhkan sektor ekonomi kreatif harus mendapat dukungan dari semua elemen. Termasuk, dorongan dan stimulus dari pemerintah. Pasalnya, sektor ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian Kota Malang di era informasi dan teknologi. "Peningkatan ekonomi kreatif perlu didorong bersama dengan sektor pariwisata yang didukung dengan penyediaan infrastruktur, pengembangan ekosistem dan pemasaran yang baik," ucapnya saat membuka acara Refleksi Akhir Tahun Ekonomi Indonesia di Universitas Widyagama Malang, hari ini (28/11/2018). 

Editor : A Yahya
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top