Para peserta saat mengikuti pelatihan Pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di ruang Bina Bakti Praja Rumah Dinas Wali Kota Batu, Selasa (24/4/2018). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

Para peserta saat mengikuti pelatihan Pengamanan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di ruang Bina Bakti Praja Rumah Dinas Wali Kota Batu, Selasa (24/4/2018). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)


Editor

Heryanto


MALANGTIMES - Dalam Pemilhan Umum (Pemilu) tahun 2019 mendatang jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Batu bertambah sebanyak 757 TPS.

Bertambahnya TPS itu berimbas pada jumlah Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang hingga saat ini masih kurang. 

Sebab, untuk pengamanan, satu TPS harus dijaga minimal dua personel Linmas. 

Dengan demikian jumlah yang dibutuhkan ada 1.514 personel Linmas untuk mengamankan TPS di Kota Batu. 

Jumlah itu belum termasuk kebutuhan personel untuk pengamanan di Kantor Desa dan Kelurahan, Kecamatan dan petugas Piket di Balai Kota Among Tani. 

Sehingga kebutuhan Linmas kurang lebih 1.774 personel.

Untuk saat ini jumlah keseluruhan linmas yang ada di tiga Kecamatan yakni Batu, Junrejo, dan Bumiaji dari 19 desa dan 5 kelurahan tidak mencapai angka tersebut atau hanya 1.200 personel.

“Sekarang ini kita hanya memiliki 1.200 personel Linmas saja. Jadi Kota Batu masih kekurangan 574 Linmas di tiga kecamatan dalam pengamanan Pemilu 2019,” kata Kabag Ops Polres Batu, Kompol Endro Sujiat.

Menurutnya masalah kebutuhan personel Linmas itu menjadi salah satu perhatian serius menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019.

Mengingat hanya tersisa lima bulan hingga pemilihan pada bulan April mendatang, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Batu. 

“Melihat waktu yang tinggal kurang lebih lima bulan ini, kita lakukan koordinasi dengan Pemkot Batu untuk pemenuhan kebutuhan personel Linmas,” imbuhnya. 

Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pengamanan Pemilu 2019 mendatang, dengan melibatkan masyarakat untuk membantu pengamanan. 

Hal ini tentunya akan disampaikan kepada Pemkota Batu untuk dicarikan solusinya. 

Terpisah Ketua Badan Pengawasan Pemilu Kota Batu, Abdur Rochman menambahkan saat Pilgub 2018 lalu Kota Batu hanya bertambah 438 TPS.

Kemudian kebutuhan Pemilu 2019 mendatang 757 TPS tentunya berdampak membengkaknya kebutuhan tenaga pengamanan dalam TPS. 

“Jumlah kekurangan personel pengamanan itu menurut informasi KPU Kota Batu tidak harus diisi oleh personel Linmas. Karena pengamanan sangat dibutuhkan,” ungkap Rochman. 

Ke depan jika ada penambahan personel Linmas tentunya perlu ada pelatihan untuk pengamanan Pemungutan suara Pemilu 2019. Mulai dari Standart Operasional Pengamanan (SOP), menangani saat adanya gangguan di TPS dan sebagainya. 

“Pelatihan sangat dibutuhkan juga saat ini, baik untuk Linmas, dan nantinya jika ada tambahan personel pengamanan. Sebab SOP itu harus dijalankan, karena itu agar segera ditambah dan dilakukan pelatihan,” tutupnya.

End of content

No more pages to load