Tangkal Radikalisme di Kampus, Bakesbangpol Kota Malang Rutin Sambangi Perguruan Tinggi

MALANGTIMES - Untuk menangkal paham radikalisme di dalam kampus, Badan Kesatuan dan Politik Pemerintah (Bakesbangpol) Kota Malang rutin sambangi perguruan tinggi. 

Seperti yang dilakukan di Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada Rabu (28/11/2018) ini misalnya, dengan melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Badan Kesatuan dan Politik Pemerintah Kota Malang.

Tiga pemateri didapuk dalam kegiatan rutin yang diselenggarakan Bakesbangpol di hampir semua kampus di Kota Malang itu. 

Ketiganya adalah Kanit Binkamsa Polres Malang Kota, Iptu Soleh Suherman, Dosen Pembina Kemahasiswaan Polinema, Galuh Kartiko, SH. M. Hum, dan Pasi Puante Korem 083/Bdj Mayor Inf.Hendro Santika Aji.

Dalam sosialisasi yang dihadiri ratusan mahasiswa Polinema itu, masing-masing pemateri menyuguhkan pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan bahaya radikalisme, serta berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. 

Terutama terkait berita bohong atau hoax yang banyak berkeliaran melalui media sosial.

"Berita hoax saat ini sangat banyak beredar di media sosial. Salah satu tujuannya adalah memecah belah. Maka mahasiswa harus cerdas dalam bermain media sosial dan memaknai setiap berita yang diedarkan. Jangan langsung percaya begitu saja," terang  Kanit Binkamsa Polres Malang Kota, Iptu.Soleh Suherman dalam pemaparan materinya.

Menurutnya, warga negara yang baik harus selalu menjaga NKRI. Karena bagaimana pun juga, masyarakat memiliki peran paling penting untuk menjaga keadaan dan kedamaian. 

Sehingga, ia mengimbau kepada masyarakat, utamanya mahasiswa untuk lebih waspada dengan berbagai pergerakan yang masuk ke kampus.

"Karena anak muda ini juga termasuk salah satu sasaran empuk," jelasnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, bela negara tidak melulu dilakukan dengan genjatan senjata dan adu fisik. 

Berbagai penemuan yang berguna untuk kepentingan bangsa juga menjadi salah satu bentuk bela negara yang semestinya ditunjukkan kalangan terpelajar dan mahasiswa.

"Agar tak terbawa arus provokasi, memang semestinya ada langkah untuk meningkatkan wawasan kita bersama," imbuhnya.

Pesan serupa juga disampaikan kedua pemateri lain yaitu Dosen Pembina Kemahasiswaan  Polinema, Galuh Kartiko, SH. M. Hum, dan Pasi Puante Korem 083/Bdj Mayor Inf.Hendro Santika Aji. 

Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian saat ini adalah masuknya organisasi luar kampus yang dengan bebas berkeliaran di dalam perguruan tinggi. Sehingga sering ditakutkan bisa membawa arus yang tak sesuai.

Pembatasan terhadap masuknya organisasi luar kampus itu memang memiliki sisi positif dan negatif. 

Ketika ada paham radikal yang masuk dengan mudah, maka secara otomatis akan memberi pengaruh meskipun hanya sedikit. Maka kampus memang perlu membentengi diri. 

Karena penyebaran paham radikalisme itu sendiri selalu dilakukan layaknya menyebarkan sebuah produk.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa tamu undangan yang hadir di antaranya adalah Plt.Kepala Bakesbangpol Kota Malang beserta staf, Pembantu Direktur III, Dr.Eng Anggit Murdani, ST, M.Eng, Staf Ahli Pembantu Direktur lll D3, Drs. Armin Naibaho, ST.,MT dan Bambang Suharyanto, Spd,M.Pd, Dosen Pembina Kemahasiswaan dari BEM, Mochamad Khamim, SST., MT, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Malang, Mohamad Khoirul Naim, dan ratusan mahasiswa Polinema.

Bukan hanya Polinema, kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan tersebut masih akan berlanjut ke beberapa perguruan tinggi lainnya di Kota Malang. 

Sebelumnya, sosialisasi juga dilakukan di Universitas Kanjuruhan Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang pada Selasa (27/11/2018) kemarin.

Top