Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni saat memperlihatkan peta jalan di Kabupaten Malang (foto: Nana/ MalangTIMES)
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni saat memperlihatkan peta jalan di Kabupaten Malang (foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kondisi jalan rusak di Kabupaten Malang kembali dikeluhkan masyarakat. Kini jalan yang dikeluhkan tersebut di lokasi jalur Talangagung, Kepanjen menuju arah Ngajum sampai ke Wonosari. Di beberapa titik jalur tersebut, jalanan dikeluhkan dikarenakan mulai banyak lubang. Selain aspal yang kembali mengelupas dan jalanan yang bergelombang.

Kondisi jalan di area tersebut, memang kerap mengalami kerusakan, terutama di musim penghujan. Beberapa tahun lalu, bahkan jalanan Talangagung dari perempatan Kepanjen sampai menuju pertigaan Jalibar terbilang sangat parah rusaknya. Jalanan dipenuhi air dengan kondisi lubang-lubang besar di sepanjang jalan.

Masyarakat serta para pengendara pun banyak mengeluh saat itu. Sampai akhirnya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, kembali turun untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Di tahun ini, jalanan Talangagung, Kepanjen, yang dulunya bak arena offrod disulap mulus dan dijamin tidak terkena banjir lagi seperti tahun lalu.

Suwiknyo Kepala Bidang (kabid) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, menyatakan, jalur jalan tersebut sudah aman dan nyaman dilalui pengendara. "Jalannya sudah di atas permukiman plus drainase pun siap untuk menyalurkan air saat musim hujan. Untuk mengoptimalkan kita keruk juga drainase yang sudah ada tapi mengalami pendangkalan," ucapnya kepada MalangTIMES beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut terbukti. Di musim penghujan di bulan ini, jalan Talangagung, Kepanjen, tidak terdampak banjir. Pembangunan drainase sepanjang 350 meter (m) serta peningkatan jalan dengan cara peninggian sekitar 50 centimeter (cm), telah membuat jalan tersebut bebas banjir dan rasa was-was pengendara yang melintasnya.

Keluhan masyarakat yang mencuat kembali atas rusaknya jalan di area tersebut, terletak di kedua ujung yang telah dibangun Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Yakni di perempatan Talangagung sampai depan balai desa di satu sisi. Serta ujung lainnya setelah Sekolah Dasar Negeri (SDN)  02 Talangagung sampai menuju arah Ngajum.

“Iya di jalur itu mulai rusak, karena memang belum ada peningkatan lagi dari PU Bina Marga. Mulai banyak lubang dan aspal mengelupas. Jalanan juga memang dari dulu bergelombang karena tambal sulam,” ujar Sumarto warga sekitar, Rabu (28/11/2018).

Sumarto melanjutkan, dirinya dan tentu para pengendara memiliki harapan di jalur tersebut juga bisa segera dibangun. Seperti jalan yang kini telah selesai pembangunannya, sehingga akan terhubung secara utuh. “Minimal sampai pas pertigaan Jalibar. Sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara penuh oleh masyarakat dan pengendara yang sangat padat di jalur ini," ujarnya.

Suwiknyo menyatakan, dalam proses pemeliharaan, peningkatan dan pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Malang, pihaknya tergantung dengan skala prioritas dan kekuatan anggaran yang dikelolanya. “Kita tentunya menerima berbagai masukan, keluhan dan kritikan masyarakat atas kondisi jalan di Kabupaten Malang. Tapi, tentunya kita tidak bisa secara langsung ada laporan langsung membangun. Apalagi kini sudah masuk musim penghujan dan akhir tahun anggaran,” urainya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni. Dirinya sangat terbuka dengan segala masukan masyarakat terkait peran dan tugas kedinasannya. Bahkan, menurut Romdhoni, pihaknya sangat terbantu dengan berbagai masukan tersebut. “Kita menerima berbagai saran dan kritik dengan terbuka. Terkait yang diharapkan masyarakat, tentu menjadi prioritas kita. Tentunya disesuaikan dengan anggaran yang ada dan rencana kerja setiap tahun anggaran,” ucap Romdhoni.

Luasnya wilayah Kabupaten Malang dengan jalan berstatus kabupaten yang sangat panjang, yaitu 1429,8 kilometer (Km), menjadikan kendala dalam penganggaran. Dengan panjang jalan berstatus kabupaten serta jalan provinsi sepanjang 149 Km dan jalan nasional 115,6 Km, Dinas PU Bina Marga tentunya tidak mungkin bisa menyelesaikan seluruh tugasnya yang terkait dengan jalan dalam satu tahun anggaran saja.

Karenanya di tahun lalu, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang mengajukan adanya perubahan status jalan. Dari jalan labupaten menjadi provinsi atau menjadi jalan nasional. Salah satu yang diajukan adalah ruas jalan nomor 10 di wilayah Jalibar Kepanjen, Talangagung- Jalibar dan Jalibar-Kepanjen. “Tapi belum ada jawaban tentang ini. Karenanya kita semampu mungkin melakukan berbagai pemeliharaan di jalan-jalan tersebut. Sekali lagi anggaran menjadi kendala utama kita. Di jalan yang dikeluhkan tersebut pun, kita bertahap melakukan pembangunannya,” pungkas Romdhoni.