Rombongan Bapenda Kabupaten Malang saat studi replikasi ke Paris van Java untuk belajar penerapan teknologi berbasis digital dalam pelayanan pajak dan retribusi (Bapenda for MalangTIMES)
Rombongan Bapenda Kabupaten Malang saat studi replikasi ke Paris van Java untuk belajar penerapan teknologi berbasis digital dalam pelayanan pajak dan retribusi (Bapenda for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang sedang mematangkan berbagai inovasi berbasis teknologi digital dalam pelayanannya. Baik pelayanan pajak daerah, retribusi, pengendalian sampai pengawasan. Berbagai inovasi tersebut telah mulai disosialisasikan oleh Bapenda Kabupaten Malang. Walaupun masih terbatas pada internal saja, yaitu pada para petugas pajaknya.

Menurut Purnadi Kepala Bapenda Kabupaten Malang, sosialisasi inovasi pajak secara terbatas, belum kepada masyarakat luas. Dikarenakan pihaknya masih mematangkan semua inovasi yang diproyeksikan penerapannya di tahun 2019 datang. Juga dalam rangka untuk semakin menyempurnakan berbagai inovasi tersebut. Yakni E-Pajak, E-retribusi, E-Pendapatan maupun E-Monitoring.

“Kita sosialisasikan ke petugas agar mereka memiliki gambaran terlebih dahulu tentang pelayanan pajak berbasis teknologi digital tersebut. Nanti, kita tentunya akan sosialisasikan hal ini kepada masyarakat. Selain itu kita sedang terus menyempurnakan berbagai inovasi ini,” kata Purnadi kepada MalangTIMES, Rabu (28/11/2018).

Penyempurnaan pelayanan pajak yang dimaksud Purnadi tersebut, terlihat dari kegiatan yang dilakukan oleh Bapenda Kabupaten Malang. Yakni, dengan melakukan studi replikasi ke Paris van Java-nya Indonesia, Kota Bandung. Studi replikasi yang dilakukan oleh Bapenda Kabupaten Malang dalam upaya yang seperti disampaikan mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yakni upaya melakukan penyempurnaan inovasi berbasis teknologi digital. Baik pengoperasionalan sistemnya maupun berbagai keunggulan yang telah berjalan di Bapenda Kota Bandung.

Dari hasil studi replikasi tersebut, rombongan Bapenda Kabupaten Malang terpesona dengan berbagai pelayanan yang telah dilakukan di Paris van Java-nya Indonesia. Pasalnya, seluruh kegiatan ataupun transaksi perpajakan dan retribusi di Bapenda Kota Bandung telah mempergunakan teknologi digital.

“Jadi di sana penerapan E-Pajak dan lainnya memang sudah berjalan dengan baik. Dari petugasnya sampai pada masyarakatnya sebagai wajib pajak (WP) semua mempergunakan teknologi untuk mempermudah berbagai kegiatan tersebut. Tentunya studi ini sangat berarti bagi kita. Banyak yang bisa kita replikasi dalam menyempurnakan inovasi yang akan diluncurkan tahun depan,” ujar Purnadi.

Purnadi melanjutkan, efek penggunaan teknologi berbasis digital tersebut membuat WP dimudahkan dalam proses pembayaran pajak maupun retribusinya. WP tidak perlu bersusah payah untuk menunaikan kewajibannya dengan datang jauh-jauh ke kantor Bapenda. “Jadi cukup menggunakan gadget yang kini sudah menjadi bagian keseharian masyarakat. Teknologi ini pun bisa menjadi ruang penyebaran informasi tentang pajak dan retribusi kepada masyarakat juga,” imbuhnya.

Di sisi petugas Bapenda juga mendapatkan manfaatnya. Mereka bekerja secara efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat. “Jadi pajak atau retribusi sudah bukan masalah yang ribet lagi bagi WP dalam melakukan pembayarannya. Selain itu dengan penerapan teknologi tersebut, secara langsung juga menutup berbagai celah adanya kebocoran dalam pajak. Semua terpantau dan termonitor secara kontinyu,” pungkas Purnadi.