Kedua pelaku yang diamankan polisi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kedua pelaku yang diamankan polisi (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Narkoba nampaknya masih saja menjadi penggoda seseorang untuk beralih profesi guna mendapat penghasilan besar dengan cepat. Seperti yang dilakukan oleh dua orang teman sebaya ini.

Keduanya yakni Buleng (33) warga Jl. Laksamana Martadinata VI nomor 41, RT.004 RW.002, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan juga Basri warga Jl. Gadang III B No.27 RT.005 RW.001, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Keduanya nekat menyambi berjualan sabu paket hemat (pahe) agar cepat terjual guna menambah penghasilan untuk kehidupan sehari-hari. Sebab penghasilan mereka sebagai pekerja serabutan, jauh dari kata cukup.

Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat menjelaskan, bahwa keduanya berhasil ditangkap atas informasi masyarakat terkait adanya peredaran narkoba di daerahnya.

Keduanya ditangkap pada tanggal 17 dan 18 November 2018 dengan barang bukti sabu. Buleng tertangkap terlebih dulu pada tanggal 17 November 2018, dengan barang bukti sabu seberat 0,28 gram.

Sedangkan Basri ditangkap pada 18 November 2018, di rumahnya dan juga ditemukan barang bukti plastik klip kecil yang berisi sabu-sabu, dan juga satu buah pipet kaca yang terdapat sisa pakai sabu-sabu.

"Setelah Buleng ditangkap, kemudian dikembangkan menangkap Basri. Basri ini menjual kepada Buleng, kemudian Buleng menjualnya dengan mengemas jadi paket pahe kepada para pemakai," bebernya.

Keuntungan yang diraih kedua pelaku, cukup lumayan. Sebab untuk satu gramnya Basri bisa meraup untung sekitar Rp 150 ribu. Sedangkan Buleng yang mengemas lagi sabu tersebut jadi paket pahe, bahkan bisa meraup untung hingga Rp 500 ribu.

"Buleng beli dari Basri seharga Rp 1.150.000. Sedangkan Buleng menjualnya ke para pemakai dengan harga variatif, dan untungnya cukup banyak sampai Rp 500 ribu," jelasnya.

Akibat perbuatan terlarang tersebut, kedua pelaku nampaknya harus menyesal. Sebab mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya meringkuk di dalam jeruji besi dengan jangka waktu yang cukup lama, yakni sekitar 15 sampai 20 tahun.

"Saat ini kami masih melakukan pengembangan terhadap pemasok barang terhadap Basri yang masih buron," pungkasnya.