MALANGTIMES - Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi MM menyampaikan bahwa permasalahan terbesar kesehatan masyarakat di Indonesia adalah hipertensi dan jantung. Penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah itu menempati posisi pertama sebagai penyebab kematian seseorang.

Pangkal permasalahan dari sakit jantung dan peredaran darah itu. menurut Asih, adalah pola makan yang tidak sehat. Yakni, konsumsi karbohidrat lebih banyak ketimbang protein. Selain itu, aktivitas fisik masyarakat  dikatakan sangat minim. Kebanyakan warga lebih suka berkendara ketimbang jalan kaki. "Maka selain menjaga pola makan yang sehat, juga harus sering olahraga," jelasnya kepada MalangTIMES.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tak berlebihan mengonsumsi karbohidrat, Dinkes saat ini juga gencar menyosialisasikan program Piringku. Program yang dimaksudkan adalah mengubah pola makan masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi lauk pauk dan sayuran daripada nasi.

"Dulu, piring lebih dulu diisi nasi lalu sayur dan lauk pauk. Sekarang diubah polanya. Sekarang dicoba piring diisi sayur dan lauk pauk dulu, setelah itu nasi. Karena jika seperti itu, maka nasi akan lebih sedikit konsumsinya," ungkap perempuan berhijab itu.

Menurut Asih, program Pirungku tersebut sesuai dengan anjuran kepada masyarakat dalam Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Indikatornya adalah olahraga mininal 30 menit per hari, perbanyak konsumsi sayur dan buah, dan lakukan cek kesehatan secara berkala.

"Dan masyarakat yang hendak menikmati layanan kesehatan gratis bisa datang ke stan Dinkes yang bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kota Malang di CFD. Stan dibuka di depan Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma), tepat di depan Simpang Balapan," pungkasnya. (*)