Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)



MALANGTIMES - Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang tidak hanya berupaya mengurangi permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada di Kota Malang. Dinkes juga berupaya mencegah datangnya masalah kesehatan tersebut.

Padahal, Kota Malang merupakan salah satu kota yang sebenarnya tidak memiliki masalah kesehatan yang gawat. Tetapi, Dinkes tidak mau menunggu adanya masalah dalam mengupayakan kesehatan di Kota Malang. Dinkes optimistis generasi mendatang akan menjadi lebih berkualitas.

 Hal itu dinyatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM. "Kami ingin generasi yang mengganti kami jadi lebih baik," tegasnya waktu ditemui pada acara Konsultasi dan Penyuluhan Gizi Untuk Masyarakat Umum dalam Penanggulangan Masalah Gizi di Jalan Ijen (25/11).

Asih menegaskan bahwa Dinkes ingin menjaga generasi ke depan di Kota Malang. Untuk itu, pihaknya tidak menunggu adanya masalah kesehatan untuk bertindak. Malahan, Dinkes terus berupaya mencari cara bagaimana mencegah suatu masalah timbul. "Kami tidak mengatasi saja. Namun mengupayakan masyarakat ini menjadi sehat," tandasnya.

Ke depan, ia berharap berbagai program dan upaya yang digalakkan Dinkes Kota Malang ini mampu berpengaruh mengurangi penyakit yang ada di masyarakat. Terlebih penyakit-penyakit seperti hipertensi, sakit jantung, diabetes, dan stroke yang bisa dicegah. "Jadi, dari awal kita ubah pola makan itu," imbuh Asih.

Cara mengubahnya yaitu dengan pola makan Isi piringku. Isi piringku merupakan konsep yang kini getol disosialisasikan Dinas Kesehatan. Isi piringku merupakan konsep terbaru yang menggantikan konsep makan empat sehat lima sempurna yang kini sudah tidak berlaku lagi.

Dalam konsep Isi piringku, konsumsi sayur dan buah ialah sebesar 1/2 piring. Sedangkan sisanya baru untuk nasi dan lauk pauk. Lebih jelasnya, 2/3 piring untuk makanan pokok dan 1/3nya untuk lauk pauk. "Kita juga harus mulai sekarang mulai mengurangi konsumsi nasi," ujar Asih.

Konsep ini tentunya lebih jelas untuk masyarakat saat ini. Sebab, dalam konsep sebelumnya (empat sehat lima sempurna), tidak pernah disertakan informasi jumlah yang harus dikonsumsi dalam sehari.

Nah, selain mengampanyekan Isi piringku, seperti yang diketahui Dinkes juga gencar menyosialisasikan Germas (Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat). Germas memiliki tiga indikator, yaitu olahraga setiap hari minimal tiga puluh menit, makan sayur dan buah, serta cek kesehatan secara berkala.

Selain itu, Dinkes terus menyosialisasikan masalah stunting atau gangguan pertumbuhan yang dialami anak anak sehingga memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibanding anak-anak seusianya. Untuk diketahui, Kota Malang termasuk kota yang memiliki kasus stunting sangat rendah jika dibandingkan kota-kota yang lain. Sebesar enam persen bayi/balita dari seluruh bayi/balita di Kota Malang menderita stunting.

"Makanya, masalah-masalah kesehatan ini harus dicegah sejak dini, agar ke depannya generasi mendatang kita bisa sehat," tandas Asih. (*)

 

End of content

No more pages to load