MALANGTIMES - Di lokasi kejadian, Mat Mukrah (61) membenarkan, kalau dirinya yang melerai aksi pembacokan yang mengejutkan warga tersebut. Bahkan, telapak tangan bapak yang tinggal bertetangga dengan korban, terluka akibat terkena clurit yang hendak diamankan atau dirampas. “Ya, saya yang melerai. Ini tangan saya kena cluritnya. Karena luka, tak lepas. Enggak tahu ada di mana cluritnya,” katanya.

Saat ditanya motifnya, Mat Mukrah mengaku tidak tahu. Siang itu, ia hendak pulang ke rumahnya dan berpapasan dengan pelaku bersama dua rekannya di depan rumah korban. Sesampai di rumahnya, beberapa saat kemudian, Mat Mukrah mendengar ribut-ribut. “Saya keluar dan melihat korban dengan N berkelahi. Saya langsung melerainya. Pelaku pegang clurit, korban enggak,” tambahnya.

Mat Mukrah menunjukkan telap tangannya yang luka akibat melerai bacokan

Pelaku bersama 2 rekannya kemudian kabur, sedang korban langsung dibawa ke RSUD dr Muhammad Saleh. Disebutkan, korban bersama 2 rekannya tidak membawa clurit. Sebilah clurit yang dipegang digunakan pelaku membacok korban adalah milik korban yang ditaruh diatas meja di ruang tamu. “Pelaku mengambil clurit korban, langsung dibacokkan,” ujarnya.

Mat Mukrah heran, mengapa N membacok Suryanto, padahal, keduanya akrab dan sering ketahuan ngobrol di rumah korban yang hidup menyendiri setelah pisah dengan istrinya. N, mampir ke rumah korban, usai berkunjung ke teman perempuannya yang kos di barat rumah korban. “Kadang korban yang ke rumah kos perempuan, bertemu dengan N. Enggak tahu kok sampai terjadi seperti ini,” pungkas Mat Mkrah.