Rohmad 'Puji Ati' Koerniawan Ditahan, Yang Lain Wajib Lapor

Nov 25, 2018 12:35
Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar saat bertanya pada pemilik akun Puji Ati tentang motifnya sebarkan ujaran kebencian (foto: joko pramono/ JatimTIMES)
Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar saat bertanya pada pemilik akun Puji Ati tentang motifnya sebarkan ujaran kebencian (foto: joko pramono/ JatimTIMES)

MALANGTIMES - Saksi-saksi yang diduga memasok data pada Rohmad Koerniawan alias Petrok alias Wawan, warga Desa Serut Kecamatan Boyolangu, admin dari akun medsos 'Puji Ati' dipulangkan oleh Satreskrim Polres Tulungagung.

Mereka adalah BL, HR, RA, dan satu wanita EN. Mereka dipulangkan lantaran telah menjalani pemeriksaan selama 1 × 24 jam sejak Jumat (23/11) lalu. Namun mereka dikenakan wajib lapor.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

"Kita kenakan wajib lapor," ujar Kapolres Tulungagung melalui kasat Reskrim, AKP Mustijat Priyambodo.

Sedang untuk admin atau pengelola akun 'Puji Ati' telah dilakukan penahanan, setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan marathon pasca ditangkap pada Kamis (22/11) lalu.

"Selepas release (Jum'at ,23/11) langsung kita lakukan penahanan," ujar Kasat Reskrim lebih lanjut.

Rohmat Koerniawan ditahan lantaran ancaman hukuman yang dikenakan padanya lebih dari 5 tahun penjara.

Ancaman hukuman 6 tahun itu lantaran Wawan juga melakukan pengancaman, selain pencemaran nama baik yang dilakukannya.

Selanjutnya akun medsos maupun E-mail milik Wawan maupun saksi dibekukan sementara. Akun medsos dan E-mail itu akan dimusnahkan jika dalam proses hukum nantinya mereka dinyatakan bersalah.

"Saat ini masih kita pakai sebagai alat bukti," tutur pria kelahiran Banyumas itu.

Selain akun dan E-mail, sarana telekomunikasi mereka juga disita untuk mencari tahu sejauh mana keterlibatan mereka.

"Mesenger, WA, atau apa saja sarana telekomunikasinya kita periksa," papar Kasat Reskrim.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Seperti diketahui, akun 'Puji Ati' menebar ujaran kebencian dan berita bohong (hoax) di dunia maya.

Aksinya yang tanpa pandang bulu dan tanpa disertai data, mencemarkan sejumlah nama pejabat dan Forkopimda di Kabupaten Tulungagung.

Saat ditangkap, Wawan beberkan sejumlah nama-nama yang memasok data padanya, dan juga penyandang dana aksinya lakukan ujaran kebencian di akun medsos miliknya.

Selain nama-nama wartawan mingguan, turut di sebut pula salah satu Kepala OPD di lingkup Pemkab Tulungagung, TR.

Masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan keterlibatan nama-nama yang disebutkan oleh wawan.

 

Topik
Pencemaran Nama Baikujaran kebencianpenyebar berita hoaxPolres Tulungagung

Berita Lainnya

Berita

Terbaru