Meriah, ribuan peserta Goyang Payung Meriahkan Pencatatan Rekor Senam Maumere Dengan Payung Terbanyak (Istimewa)
Meriah, ribuan peserta Goyang Payung Meriahkan Pencatatan Rekor Senam Maumere Dengan Payung Terbanyak (Istimewa)

MALANGTIMES - Kota Malang kembali catat sejarah di museum Rekor Muri Indonesia. Melalui Goyang Payung, kota pendidikan ini tercatat sebagai kota pertama yang melakukan senam Maumere dengan payung terbanyak. Sekitar lima ribu peserta turut untuk mencatatkan rekor yang dilakukan bersamaan dengan event Jalan Sehat Arema Sadar Pajak V 2018 yang berlangsung di kawasan Simpang Balapan Kota Malang itu.

Untuk memecahkan rekor itu, Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT menyampaikan jika pihaknya telah membagikan sekitar lima ribu payung kepada wajib pajak melalui kelurahan dan stakeholder terkait. Dalam aksi yang digelar pada Minggu (25/11/2018) pagi tadi, tak kurang dari lima ribu payung yang sudah bergoyang bersama memeriahkan acara.

"Tujuan kami sebenarnya bukan hanya sekedar memecahkan rekor saja. Tapi goyang payung itu ada filosofinya," terang pria yang akrab disapa Sam Ade itu.

Selain sebagai salah satu upaya untuk melestarikan musik tradisi yaitu senam maumere, menurutnya payung diartikan sebagai simbol untuk bekerja lebih baik lagi. Maksudnya, Pemerintah Kota Malang khususnya BP2D akan bekerja lebih baik dalam memberi layanan kepada masyarakat dengan cara yang baik dan orang-orang yang baik. Sehingga memberikan hasil yang terbaik pula.

"Jadi semuanya bisa berjalan lebih baik lagi. Pekerjaan dilakukan dengan baik bersama orang yang baik, maka hasilnya akan ikut baik pula," papar pria yang akrab disapa Sam Ade itu.

Sementara itu, Manager MURI, Andre Purwandono menyampaikan jika aksi senam Maumere menggunakan atribut payung baru pertama kali dilakukan, dan itu dilakukan oleh Kota Malang. Dengan jumlah peserta yang melebihi seribu orang, maka dapat dipastikan aksi tersebut akan tercatat di Museum Rekor Muri Indonesia.

"Karena jumlah minimal untuk tercatat adalah 1000 orang, dan ini sudah tercatat karena memang baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Kecuali jika mau memecahkan, maka jumlahnya harus melebihi dari pencatatan rekor sebelumnya," jelas pria ramah itu.

Dia menjelaskan, aksi rekor Senam Maumere sebelumnya sudah pernah tercatat dalam rekor Muri. Namun yang membedakannya dengan aksi hari ini adalah keberadaan payung sebagai aksesoris yang digunakan saat senam. Upaya pencatatan rekor baru ini pun dia apresiasi lantaran menjadi salah satu upaya melestarikan budaya dengan cara dan ide yang baru.

"Karena intinya adalah untuk melestarikan budaya kita dengan cara yang unik dan berbeda," pungkas Andre.