Hasil 'kerja sepi' petugas UPT Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang di jalan desa wilayah Jabung dalam acara Bina Desa (Bina Marga for MalangTIMES)

Hasil 'kerja sepi' petugas UPT Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang di jalan desa wilayah Jabung dalam acara Bina Desa (Bina Marga for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Bagi siapapun yang pernah mengikuti program Bina Desa Madep Manteb Manetep di berbagai pelosok perdesaan tentunya kerap dibuat melongo dengan infrastruktur jalan perdesaan di lokasi acara. 

Hampir seluruh jalan, baik yang dilalui oleh Bupati Malang beserta jajaran dalam kunjungannya maupun yang melintasi berbagai homestay Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlihat mulus.

Padahal, kerap kita mendengar berbagai kerusakan jalan di perdesaan yang belum tersentuh pembangunan. Jalanan berlubang, retak sampai pada masih berupa makadam.

Persepsi tersebut, menjadi mentah saat kita berada di lokasi Bina Desa. Berbagai jalan terlihat mulus dan nyaman dilalui. Baik oleh kendaraan roda empat maupun roda dua. Misalnya saat Bina Desa di Desa Ngadirejo, Kecamatan Kromengan, atau di beberapa desa lainnya. Seperti di wilayah Jabung dalam beberapa waktu lalu.

Kondisi jalanan yang mulus, nyaman dan tentunya aman dilalui di setiap acara Bina Desa tidak terlepas dari kerja “sepi” Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang. Disebut kerja sepi, karena memang tidak banyak yang mengetahui proses pemeliharaan dan pembangunan berbagai jalan desa tersebut.

Pasalnya, proses tersebut dilakukan sebelum acara Bina Desa dimulai. Melalui UPT Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang terkait yang membawahi wilayah Bina Desa.

“Biasanya sebelum acara kita instruksikan untuk melakukan pengecekan jalan desa. Sekaligus pembangunannya bila dirasakan rusak,” kata Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, saat ditemui di acara Bina Desa di wilayah Kromengan, beberapa waktu lalu.

Melalui para petugas UPT Dinas PU Bina Marga di wilayah bersangkutan, proses pembangunan dan pemeliharaan jalan dilakukan. Tentunya tanpa adanya publikasi besar-besaran di media. Para petugas bekerja dalam “sepi” tapi hasilnya dirasakan nyata di saat acara Bina Desa dilaksanakan.

Romdhoni melanjutkan, dalam setiap Bina Desa, pihaknya memang tidak seperti OPD lainnya. Mereka tidak menampilkan berbagai kegiatan secara langsung. Sehingga banyak masyarakat yang tidak mengetahui kerja para petugas secara langsung.

“Tugas kita mempersiapkan infrastruktur jalan yang baik. Selain juga mempersiapkan penerangan jalan umum (PJU) di lokasi acara. Tentu tidak terlihat, tapi memang bukan hal tersebut yang kita cari,” ujar mantan Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang ini.

Disinggung mengenai anggaran dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan di perdesaan, Romdhoni menyampaikan, semuanya telah teralokasikan dalam rencana kerja tahun berjalan. Anggaran tersebut dialokasikan di setiap UPT Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang yang berjumlah 7 unit. 

Anggaran pemeliharaan jalan di tahun 2018 dipatok antara Rp 1,5-2 miliar lebih di setiap UPT Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

Di kesempatan berbeda, Kepala Desa (Kades) Ngadirejo, Kromengan, menyampaikan, bahwa dengan adanya Bina Desa pihaknya merasa terbantu dengan adanya berbagai program yang langsung dilakukan oleh seluruh OPD Kabupaten Malang. Tak terkecuali mengenai pembangunan infrastruktur jalan perdesaan di wilayahnya.

“Kita tentunya terbantu. Pasalnya, beberapa jalan yang ada memang tidak bisa kita bangun dikarenakan status jalannya. Dengan adanya Bina Desa, maka persoalan tersebut terjembatani,” ujar Kusnadi Kades Ngadirejo, Kromengan.

Dirinya juga mengapresiasi kerja para petugas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Dengan menyampaikan, bahwa mereka benar-benar bekerja, walaupun tidak terpublikasikan secara luas. “Mereka bekerja dalam kondisi hujan maupun panas untuk menyelesaikan perbaikan jalan. Sebelum acara Bina Desa dimulai sesuai dengan jadwal. Kita mengapresiasi kerja mereka,” pungkas Kusnadi.
 

 

End of content

No more pages to load