Para Ojol saat menggelar aksi yang digelar di bundaran DPRD usai sholat Jumat (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)
Para Ojol saat menggelar aksi yang digelar di bundaran DPRD usai sholat Jumat (foto : Moh. Ali Makrus / JatimTIMES)

MALANGTIMES - Pernyataan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang viral di media mainstream yang menyatakan prihatin anak-anak lulusan SMA menjadi tukang Ojek Online (OJOL) berbuntut. 

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Di Jember Jumat (23/11/2018) siang puluhan Ojol menggelar aksi dengan membentangkan berbagai tulisan yang menuntut agar Prabowo meminta maaf, tidak hanya itu, peserta aksi juga membentangkan tulisan diantaranya "Jangan Hina Profesi Kami", "Pekerjaan kami Halal pak Prabowo".

 "Kami hanya menggelar aksi pernyataan sikap dan ini kami lakukan secara spontan, kami kecewa dengan Pak Prabowo yang merendahkan profesi kami, tujuan aksi ini hanya menuntut agar Pak Prabowo minta maaf kepada Ojol," ujar Haris perwakilan Ojol Jember kepada wartawan. Haris juga menyatakan, bahwa keberadaan Ojol dan Grab selama ini sudah sangat membantu masyarakat, dan kehadirannya tidak ada protes maupun keberatan di lingkungan masyarakat. 

"Keberadaan kami selama ini sangat membantu masyarakat, mereka menerima kehadiran kami," tambah Haris.ksi

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

A ini sendiri berjalan tertib dengan mendapat pengawalan aparat kepolisian, bahkan Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo turun langsung untuk memantau aksi yang di pusatkan di bundaran DPRD Jember. 

"Ini aksi spontanitas dari komunitas driver online, tidak ada mediasi dengan pihak lain, karena mereka hanya menyuarakan aspirasinya dengan menggelar aksi damai," pungkas Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. SIK. (*)