Sukses Suguhkan Cafe Sawah, 2019 Ada Kejutan Baru dari Desa Pujon Kidul

MALANGTIMES - Meski telah sukses mengembangkan potensi desa dengan wisata Cafe Sawah, yang kini telah menjadi jujukan wisatawan hingga ratusan wisatawan perharinya, Desa Pujon Kidul Kecamatan Pujon Kabupaten Malang terus mengembangkan potensi wisatanya.

Rencananya pada tahun 2019 mendatang dua wisata baru akan dikembangkan juga di desa tersebut. Yakni berada di dua dusun, Dusun Tulungrejo dan Dusun Maron. Hingga saat ini sedang tahapan pembangunan yang sudah berjalan hingga 80 persen.

“Dua dusun yang kita garap sekarang. Karena kan kita ngomong desa wisata ya, berarti kita satu desa. Sehingga kita menggali setiap potensi peluang wisata, rencananya tahun 2019 mendatang sudah siap untuk dilaunching,” kata Kepala Desa Pujon Kidul Udi Hartoko.

Rinciannya untuk di Dusun Tulungrejo dengan konsep kebudayaan. Ya karena di sana kebudayaan masih sangat kental sehingga mengembangkan wisata tersebut.  

“Tiga dusun punya potensi beda. Kami menggarap sesuai dengan potensi dusun itu, seperti Dusun Tulungrejo kuat budayanya. Meskipun hanya  2 RT, tapi di sana 1 keluarga besar nilai punya seni budaya kuat,” imbuhnya.

Lalu di Dusun Tulungrejo itu lanjut Udi, terdapat tiga kelompok sanggar seni. Dengan demikian bisa menjadi sebuah suguhan yang menarik yang bisa dipertontonkan kepada wisatawan. Sedangkan untuk di Dusun Maron dikembangkan dengan wisata konservasi sekaligus rumah pangan lestari.

Ia menjelaskan bahwa di Dusun Maron itu memiliki dua sumber air. Namanya sumber mata air Galing dan Saleh. Kemudian juga memiliki kebun bambu yang cukup luas. “Dan memang daerahnya di sana luas sehingga berpotensi untuk dijadikan rumah pangan lestrasi dan edukasi konservasi,” jelas Udi saat ditemui di kantornya.

Di Dusun Maron, masyarakatnya untuk menggunakan sumber air yang letaknya di bawah, harus menaikkan sumber itu untuk mengaliri rumah warga. Cara untuk menaikkan air tersebut tidak menggunakan bahan bakar. Tetapi dengan menggunakan dongki dan kincir angin untuk mengairi rumah warga. 

“Karena memang warga di sana menjaga alam sehingga memanfaatkan alam. Sebab didorong selama ini digunakan dengan menjaga,” imbuhnya.

Potensi yang menarik ini tentunya akan menjadi sebuah wisata edukasi yang bermanfaat. Memberikan edukasi kepada wisatawan cara mengelola air dengan bijak. Ke depannya dengan potensi yang dimiliki tiga dusun itu juga akan dikembangkan dengan paket wisata.

Menurutnya dengan pengembangan desa wisata itu, berkonsep sebagai pemilik pelaku dan pengelola dari masyarakat. Dengan memberikan ruang kepada masyarakat, masyarakat desa merupakan pemiliki desa.

Dengan demikian segala potensi dari setaip dusun bisa dimaksimalkan menjadi sebuah desa wisata. “Potensi digarap dengan maksimal, endingnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tutup Udi.

 

Top