Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat saat menunjukan barang bukti (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasat Reskoba Polres Malang Kota, AKP Syamsul Hidayat saat menunjukan barang bukti (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kapok, itulah kata yang pantas dikatakan kepada dua pengedar narkoba berjenis sabu ini. Sebab, mereka mencoba-coba mengedarkan barang terlarang jenis narkoba. Namun aksi mereka tidak berlangsung lama, karena baru sebulan jadi pengedar narkoba, keburu diciduk polisi. 

Keduanya yakni Aris alias Buleng (33), warga Jl. Laksamana Martadinata VI/41, RT.004 RW.002, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang dan M Basri (33) warga Jl. Gadang III B No.27 RT.005 RW.001, Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

Penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi masyarakat yang memberitahukan adanya peredaran narkoba berjenis sabu di kawasan Kedungkandang. Kemudian, petugas langsung saja melakukan penyelidikan sampai akhirnya bisa mengamankan Aris terlebih dulu pada 17 November 2018.

"AR ini ditangkap terlebih dulu di rumahnya. Saat digeledah petugas menemukan dua barnag bukti sisa jual dalam kemasan paket hemat (pahe) seberat 0,28 gram sabu-sabu," bebernya saat ditemui di ruangannya (22/11/2018).

Selain mengamankan paket pahe itu, Polisi juga mengamankan satu kotak kaleng warna ungu berisi satu plastik klip kecil sabu-sabu. Kemudian ada juga timbangan serta plastik klip kosong.

Dari situ, petugas langsung melakukan pengembangan sampai akhirnya bisa menangkap pemasok barang untuk Aris, yakni Basri. Basri ditangkap petugas keesokan harinya (18/11/2018) di rumahnya.

Basri diamankan bersama barang bukti satu plastik klip kecil yang berisi sabu-sabu, satu buah pipet kaca yang terdapat sisa pakai sabu-sabu dan juga timbangan digital.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

"Untuk harga pembeliannya, AR membeli dari BR ini seharga Rp 1.150.000 tiap satu gramnya, sehingga BR untung Rp 150 ribu. Nah sedangkan AR, menjualnya kepada para pemakai di kawasan Kotalama dengan dipecah menjadi paket hemat. Tiap satu gramnya untung Rp 500 ribu," terang mantan Kasat Reskoba Polres Malang ini.

Sementara itu, saat ini, petugas fokus untuk mengejar pemasok barang kepada Basri yang masih dalam pencarian. Pelaku terancam pasal 114 junto pasal 112 UU 35 tahum 2009 tentang narkotika dan terancam hukuman maksimal 15 tahun dan 20 tahun penjara.