Ketua Partai Demokrat Kabupaten Malang Gufron Marzuki (Dok. MalangTIMES)
Ketua Partai Demokrat Kabupaten Malang Gufron Marzuki (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Unjuk rasa ratusan siswa SMAN I Gondanglegi atas tindakan Kepala Sekolah (Kasek) Lilik Wahyuni, yang dianggapnya kerap bersikap reaktif-intimidatif telah membuatnya terpelanting dari jabatannya. 

Baca Juga : Dampak Covid-19, Beasiswa LPDP ke Luar Negeri Ditunda Tahun Depan

Walaupun, bukan hanya sekadar unjuk rasa siswanya saja yang membuat Lilik dipindahtugaskan, jabatannya sebagai Kasek dilepas dan melorot menjadi staf di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Kabupaten Malang. 

Tapi,  aduan yang masuk ke Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membuat Lilik yang menjabat Kepala SMAN 1 Gondanglegi akhirnya dipindahtugaskan dan dilepas jabatannya. 

Hal tersebut, tentu jadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan. Bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah besar. 

Untuk menjaganya diperlukan tingkah laku dan tauladan yang baik dari para Aparat Sipil Negara (ASN) Guru. 

Hal kecil dalam menjaga amanah tersebut adalah dengan memberikan contoh baik dalam berucap dan bertindak saat menjalankan tugas. 

Begitulah yang disampaikan tokoh Malang Raya yang sekaligus Ketua Partai Demokrat Kabupaten Malang Gufron Marzuki, Kamis (22/11/2018) kepada MalangTIMES saat memberikan komentarnya atas kejadian yang membuat ratusan siswa menuntut dan berunjuk rasa kepada Kasek dan Wakaseknya, Rabu (21/11/2018) kemarin. 

"Dari berbagai tulisan media, tentunya persoalan tersebut membuat seluruh pihak harus melakukab evaluasi. Sebagai pendidik, sikap tersebut tentu jauh dari ekspektasi masyarakat, " kata Gufron Marzuki yang dicalonkan masyarakat untuk melaju ke Senayan sebagai calon DPR RI nomor urut 2 dari Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan Malang Raya. 

Evaluasi yang disampaikan Gufron tersebut terkait kompetensi seorang ASN guru, kepribadian sebagai pendidik sekaligus mekanisme menduduki jabatan Kasek. 

Bagi calon DPR RI dari Partai Demokrat ini, kasek yang didemo siswanya sendiri, tentunya memiliki persoalan serius dalam menjalankan tugasnya.

"Guru atau Kasek yang seperti itu tentunya perlu dievaluasi dan dilakukan pembinaan. Sekaligus diuji kompetensinya kembali, " ujar Gufron.

Disinggung mengenai 'sanksi' bagi Lilik oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Gufron menyatakan, langkah pemerintah sudah tepat.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Kegundahan di lingkungan sekolah yang lahir dan tidak bisa dikendalikan secara bijak oleh seorang Kasek, menunjukkan ada yang salah dalam manajemen kepemimpinannya. 

"Jadi langkah itu sudah benar. Sambil menunggu adanya investigasi secara mendalam atas  peristiwa tersebut," tegas calon DPR RI Partai Demokrat ini. 

Bagi Gufron yang kenyang di dunia kepemimpinan diberbagai bidang, kunci sederhana seorang pemimpin yang bisa diterima dan dihormati oleh yang dipimpinnya adalah dengan memberikan contoh-contoh baik pada semua aktivitas kesehariannya. 

Secara alamiah dan tentunya tidak melepaskan fungsi dan tugasnya sebagai seorang pemimpin yang terkadang dituntut bersikap tegas dalam beberapa persoalan. 

"Kalau pemimpin minta dihormati bawahannya dengan paksaan atau karena jabatan maka akan melahirkan antipati dan akhirnya lahir unjuk rasa untuk menentangnya. Seperti yang terjadi di SMAN 1 Gondanglegi itu," ujar calon DPR RI Partai Demokrat ini.

Harapan besar Gufron sebagai salah satu tokoh di Malang Raya untuk dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Malang adalah berjalannya proses belajar mengajar yang berkualitas serta para pendidik yang memiliki jiwa-jiwa 'Oemar Bakri'. 

Oemar Bakri adalah sosok guru dalam lagu lawas Iwan Fals yang memiliki jiwa mengabdi, sederhana, pantang surut menghadapi tantangan. 

Jiwa Oemar Bakri inilah yang kini, menurut Calon DPR RI dari Partai Demokrat nomor urut 2 ini, perlu kembali dihidupkan. 

"Tentunya dengan tambahan SDM berkualitas yang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini," tukas Gufron yang juga menyampaikan, bahwa dalam standar nasional pendidikan terdapat juga item standar tenaga kependidikan.

"Artinya sekolah disebut unggul bukan hanya karena lulusannya atau bangunannya saja. Tapi juga dikarenakan faktor guru,  kasek dan lainnya," pungkasnya.