Para pengunjung saat sedang swafoto di spot berbentuk cinta area Cafe Sawah Desa Wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Para pengunjung saat sedang swafoto di spot berbentuk cinta area Cafe Sawah Desa Wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Siapa sangka, Desa Wisata Pujon bisa terkenal dan jadi jujugan wisatawan seperti sekarang. 

Inisiatif Pemerintah Desa Pujon mengelola secara kreatif semua potensi alam, sosial budaya, pertanian dan peternakan membuahkan hasil yang luar biasa untuk peningkatan perekonomian warga sekitar.

Dengan memanfaatkan promosi via media degital baik media online mainstream maupun media sosial, kini Desa Wisata Pujon Kidol dikunjungi sebanyak 600-700 wisatawan per tahun. 

Bahkan saat akhir pekan tercatat hingga 5.300 wisatawan yang berkunjung.

 “Jumlah kunjungan yang datang itu tercatat rata-rata pada Minggu lalu. Dan ini pasti akan terus naik,” ungkap Kepala Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang Udi Hartoko.

Di balik keterbatasan dana yang dimiliki semangat warga sekitar untuk mengembangkan wisata ini terus membara. 

Modal awal diambil dari Dana Desa (DD) pada tahun 2015 membuat warga sekitar terus mengopimalkan semua potensi daerahnya.

Hingga berwujud banyak spot wisata dan cafe cantik seperti Cafe Sawah dengan tetap bertumpu pada kelestarian lingkungan, pemberdayaan dan kegiatan masyarakat. 

Udi Hartoko menjelaskan desa wisata ini bertumpu pada masyarakat sebagai pemilik dan pengelola. 

Warga terlibat aktif mengembangankan wisata yang kian menasional ini di bawah  naungan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). 

“Kita bersama-sama punya komitmen yang sama. Pemdes dan lembaga menggarap potensi desa itu sepenuhnya melibatkan masyarakat,” imbuhnya.

Suskses besar pengelolaan Desa Wisata Pujon Kidul tentu berimbas pda Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan geliat ekonomi masyarakat. 

Hal ini terlihat dari tumbuhnya usaha-usaha baru di bidang kuliner, kerajinan-kerajinan untik souvenir.

“Lalu ada juga olahan susu hasil ternak dan juga berdirinya warung-warumg makan,” ujar Udi. 

Ini juga dapat mencegah terjadinya urbanisasi anak-anak muda ke kota. Buktinya, setelah melihat desanya berkembang tak sedikit dari mereka yang bekerja di sektor informal di kota akhirnya memutuskan pulang ke desanya.

“Dalam 4 tahun pelaksanaan Dana Desa masyarakat secara nyata sudah sangat menikmatinya. Dan kini kami terus mengembangkan potensi yang kami punya,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (22/11/2018).

Saat ini di area Cafe Sawah itu sudah berkembang spot-spot swafoto baru seperti Taman Budaya dan Fantasi Land. 

Taman Budaya mengangkat bangunan khas Jawa, Fantasi Land menyajikan replika patung dunia kartun.

Tidak hanya itu saja tahun ini, Pemdes sedang membangun wisata baru di dua titik yang berada di dua dusun.

 “Saat ini proses pembangunan 75-80 Persen. Sebab kami menargetkan tahun 2019 bisa jalan wisata baru ini,” tutup Udi.