Rapat pertemuan FMPP (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)

Rapat pertemuan FMPP (foto: Imarotul Izzah/Malang Times)



MALANGTIMES - Selama ini, lokasi Puskesmas Bareng cenderung tidak strategis karena masuk ke dalam gang sempit. 

Hal ini menjadikan mobil ambulance tidak bisa masuk apabila terdapat pasien gawat darurat. Selain itu, lahan parkir pun juga belum memadai.

"Ya karena mobil ambulance nggak bisa masuk akhirnya didorong dari gang gapura Bareng Tenes itu. Lahan parkir di sini juga sempit," ujar Kepala Puskesmas Bareng drg. Muhammad Zamroni.

Karena itu, masyarakat wilayah Puskesmas Bareng, meliputi Kelurahan Kasin, Bareng, Sukoharjo, dan Gading Kasri yang terbentuk dalam Forum Masyarakat Peduli Puskesmas (FMPP) mengusulkan agar puskesmas dipindahkan lokasinya ke tempat strategis.

"Banyak dari masyarakat yang mengusulkan terkait sarana prasarana puskesmas, dimana Puskesmas Bareng satu-satunya puskesmas yang tempatnya masuk gang kecil," ungkap Zamroni.

Menurut Zamroni, ada beberapa tempat untuk lokasi terbaru Puskesmas Bareng yang diusulkan FMPP. 

Jumlahnya ada delapan lokasi yang kemudian disaring menjadi dua lokasi.

"Ada delapan lokasi, kemudian disaring sudah menjadi dua lokasi, yakni Taman Gayam dan di Jalan Gabis. Yang paling memungkinkan dua lokasi itu," paparnya

Pihak Puskesmas Bareng sendiri menginginkan lokasi tetap berada di wilayah Kelurahan Bareng.

Kalau pindah ke wilayah lain pengurusan administrasinya yang nanti akan rumit.

"Kalau kami simpel saja. Puskesmas tempatnya di Kelurahan Bareng supaya namanya tidak berubah. Repot nanti ngurus administrasinya. Kalau di Taman Gayam kan tidak ngurus lagi karena masih satu kelurahan. Lahannya juga luas," papar Zamroni.

Perpindahan lokasi Puskesmas Bareng ini pun sudah masuk dalam Rencana Strategi (Renstra) Dinas Kesehatan Kota Malang. 

Hanya tinggal menghitung hari saja. Meski dalam Renstra tertulis sebagai rehab, karena keputusan belum final diharapkan bisa diubah menjadi pembangunan gedung.

"Kemarin saya intip sudah masuk di sana hanya sebagai rehab bukan pembangunan. Tapi bisa diubah karena belum final. Kalau pun nanti sudah deal ya pakai dana DAK dari Kementerian Kesehatan," ungkapnya.

Harapan Zamroni, pembangunan puskesmas nanti dibangun dengan sarana standar di atas puskesmas. 

Kalau bisa menjadi puskesmas rawat inap. Hal ini mengingat di wilayah Kecamatan Klojen belum ada puskesmas rawat inap.

End of content

No more pages to load