Kemendes Ajak 42 Kepala Dinas Pariwisata Belajar Pengelolaan Desa Wisata Pujon Kidul

MALANGTIMES - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal mengajak 42 kepala Dinas Pariwisata Kota/Kabupaten studi lapangan di Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang.

Dengan study lapangan itu, agar mereka bisa mengembangkan desa wisata layaknya di sana, Kamis (22/11/2018).

Mereka mengikuti kegiatan Peningkatan Kapaitas Industri Pariwisata Berbasis Agrowisata Daerah Tertinggal. Di sana mereka juga meninjau lapangan, potensi yang apa saja yang dikembangkan

“Tidak hanya sekadar materi saja yang kami berikan. Supaya lebih mengena, kami ajak ke langsung ke lapangan. Dan kebetulan Desa Wisata Punjon Kidul ini sudah menjadi branding nasional,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes Razali.

 

Desa Wisata Pujon Kidul itu dipilih sebagai studi lapangan kepada 42 kepala Dinas Pariwisata di seluruh Indonesia agar bisa meniru layaknya desa tersebut. 

Melihat sejak 2 tahun berdirinya desa wisata itu mampu meningkatkan ekonomi warga dan jadi jujukan wisawatan dari berbagai daerah.

“Ya seperti ini potensi yang ada di daerahnya itu dikembangkan. Kalau di sini punya pemandangan, sawah, tinggal caranya bersama masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah,” imbuhnya. 

 

Ia menambahkan salah satu kegiatan itu sebagai upaya untuk memfasilitasi daerah, khususnya daerah tertinggal untuk mengembangkan agrowisata. 

“Khususnya di desa, untuk dijual dalam artian salah satu langkah mendorong percepatan ekonomi, membuka lapangan kerja untuk peningkatan perekonomian,” asal pria asal Aceh ini.

Menurutnya ekonomi bisa bergerak itu salah satu pendorong daerah agar bisa maju. Setiap daerah tertinggal  sebenarnya memiliki potensi yang cukup bagus jika dikemas dengan apik.

Saat para ASN itu datang, terlihat sangat antusias dengan suguhan wisata yang ada di sana.

Tentunta mereka tidak lepas dari swafoto dilanjutkan dengan arahan dari Asosiasi Desa wisata Indonesia. Bahwa saat datang di sana harus menerapkan prinsip ATM (amati, tiru, dan modifikasi). 

Terpisah Kepala Desa Pujon Kidul Udi Hartoko menambahkan, setiap harinya wisatawan dari berbagai daerah menjadikan Desa wisata Pujon kidul sebagai tempat studi lapangan.

 “Setiap harinya pasti ada yang melakukan studi lapangan,” ucap Udi.

Karena sudah menjadi branding nasional, Desa Wisata Pujon Kidul itu terus berbenah. Salah satunya dengan penambahan fasilitas yang ada.

“Ya saat ini di sana kita tambah untuk spot swafoto. Ada dua Taman Budaya dan Fantasi Land. Supaya tidak hanya itu saja,” ujarnya. 

Top