Foto kemenkes

Foto kemenkes



MALANGTIMES - Keberhasilan kampanye vaksin Measles Rubella (MR) berdampak pada menurunnya kasus campak dan rubella. Campak dan rubella sendiri adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. 

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak. Tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Nah, kampanye vaksin MR sudah dilaksanakan pelaku kesehatan se-Jawa Timur sejak 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Asih Tri Rachmi menyampaikan, kasus klinis campak dan rubella sejak tahun 2015 hingga 2018 terus mengalami penurunan.  "Penurunan kasus campak dan rubella pasca-imunisasi kampanye MR sangat tajam, yaitu untuk kasus campak sebesar 99.25 persen dan untuk kasus rubella sebesar 92.31 persen," ungkapnya.

Menurut Asih, berdasarkan data di provinsi, pada 2015, jumlah kasus klinis campak sebanyak 2.145 kasus. Setelah diperiksa di laboratorium nasional (BBLK Surabaya). yang positif campak sebanyak 155 kasus dan positif rubella sebanyak 515 kasus. Kemudian di 2016, jumlah kasus klinis campak sebanyak 3.506 kasus dan yang positif campak sebanyak 893 kasus dan positif rubella sebanyak 293 kasus.

Sementara pada 2017, jumlah kasus klinis campak sebanyak 3.816 kasus, positif campak sebanyak 993 kasus dan positif rubella sebanyak 403 kasus. 

Kemudian pada tahun 2018 (sampai dengan Juli 2018), jumlah kasus klinis campak sebanyak 194 kasus. Setelah diperiksa di laboratorium nasional (BBLK Surabaya), yang positif campak hanya sebanyak 7 kasus dan positif rubella hanya sebanyak 31 kasus.

Nah, untuk mempertahankan keberhasilan pelaksanaan imunisasi kampanye MR tersebut, harus dilanjutkan dengan pelaksanaan program secara rutin. Yakni dengan pemberian imunisasi rutin kepada bayi (9-11 bulan) sebanyak satu kali.

Kemudian imunisasi lanjutan kepada baduta (18-24 bulan) 1 kali. Imunisasi juga harus dilakukan kepada anak usia sekolah dasar (SD/MI) kelas 1 sebanyak satu kali.

Dengan pelaksanaan imunisasi rutin dan lanjutan dengan capaian target cakupan yang memadai, pemerintah berharap cita-cita penurunan kasus penyakit campak dan rubella serendah mungkin (eliminasi).

Selain itu, penghilangan (eradikasi) segera dapat terlaksana, seperti penyakit cacar (variola) yang telah hilang dari muka bumi sejak tahun 1976. (*)

 

End of content

No more pages to load