Biasakan Siswa Cinta Lingkungan, SDN Percobaan 1 Menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri

Nov 21, 2018 13:28
Siswa SDN Percobaan 1 Kota Malang menyiram tanaman di area sekolah. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)
Siswa SDN Percobaan 1 Kota Malang menyiram tanaman di area sekolah. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Setelah menyabet predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional pada 2016 lalu, SDN Percobaan 1 Kota Malang kini bersiap menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri. Pada Rabu (21/11/2018), sekolah yang berusia setengah abad itu didatangi oleh tim verifikasi lapangan Kementerian Lingkungan Hidup.

Didampingi perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dan DLH Kota Malang, tim verifikasi lapangan melihat secara detail kondisi sekolah yang mulai menerapkan budaya cinta lingkungan sejak 2012 lalu.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Kepala Sekolah SDN Percobaan 1 Kota Malang Dra Anny Saida menyampaikan, program Adiwiyata sudah mulai diterapkan sejak 2012 lalu dan baru pada 2013 sekolah menyabet predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Kota. Selanjutnya pada 2014 mendapat predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur dan pada 2016 berhasil menyabet predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional. "Dan sekarang kami sedang menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri," ungkapnya kepada MalangTIMES, Rabu (21/11/2018).

Menurut Anny, menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri bukan hal yang mudah. Sebab, prosesnya bukan sekadar menerapkan budaya cinta lingkungan di lingkup sekolah, melainkan juga pada gerakan yang lebih masif dan melibatkan lingkungan sekitar. Salah satunya dengan memberikan motivasi dan sharing menjadi ssekolah yang cinta lingkungan kepada sekolah lain yang ada di sekitar. "Saat ini, kami sudah memiliki 10 sekolah imbas di sekitar sekolah kami," terangnya.

Dari 10 sekolah tersebut, satu di antaranya sudah menyabet predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur dan dalam proses menuju tingkat nasional. Sementara sisanya mendapat predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Kota Malang.

Lebih jauh dia menyampaikan, ada banyak kegiatan yang dilakukan untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Di antaranya adalah aktif membiasakan hidup cinta lingkungan, baik dalam praktikum sebagai warga sekolah maupun dalam mata pelajaran. Siswa juga dibiasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan, memininalisasi sampah plastik, mendaur ulang sampah, menanam tanaman dan pohon, hingga membuat serapan air.

Saat ini, sudah ada sekitar 53 sumur resapan atau biopori yang berada di lingkungan SDN Percobaan 1. Tujuannya adalah untuk menampung air hujan agar tak menyebabkan banjir. Selain itu, biopori bermanfaat saat musim kemarau berkepanjangan. 

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Tak hanya itu. Suasana sekolah juga lebih sejuk lantaran rindangnya pepohonan dan tanaman di lingkungan sekolah. "Besar harapan kami untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri," pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Berita MalangSiswa Cinta LingkunganSDN Percobaan Sekolah Adiwiyata MandiriDinas Lingkungan Hidup

Berita Lainnya

Berita

Terbaru