Wakil Bupati Malang, Sanusi saat hadir dalam seminar Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Dalam Menunjang Pembangunan Pemerintahan Kabupaten Malang Melalui Sistem Inovasi Daerah di Hotel Savana, Senin (19/11/201) (Pipit/MalangTIMES)
Wakil Bupati Malang, Sanusi saat hadir dalam seminar Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Dalam Menunjang Pembangunan Pemerintahan Kabupaten Malang Melalui Sistem Inovasi Daerah di Hotel Savana, Senin (19/11/201) (Pipit/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wakil Bupati Malang, Sanusi menilai, keberhasilan pembangunan di Kabupaten Malang bukan hanya karena keberhasilan dari pemerintah sendiri. Melainkan banyak dipengaruhi oleh kontribusi besar yang diberikan masyarakat, utamanya di pedesaan yang lebih inovatif.

Hal itu disampaikan Sanusi saat menghadiri seminar Peran dan Fungsi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Dalam Menunjang Pembangunan Pemerintahan Kabupaten Malang Melalui Sistem Inovasi Daerah di Hotel Savana, Senin (19/11/2018). Dia meminta, agar peran serta yang ditunjukkan oleh beberapa desa yang berhasil itu ditiru.

"Seperti di Pujon salah satunya melalui Cafe Tengah Sawah. Itu tanah bengkok yang seandainya ditanami padi dan jagung setahun paling dapat berapa juta, mentok Rp 50 juta. Tapi dari laporan terakhir, setelah sawah bengkok diubah jadi wahana pariwisata, itu keuntungannya bisa menyentuh Rp 5 Miliar per tahu. Itulah yang namanya inovasi, dan setiap daerah wajib menirunya," katanya.

Menurutnya, pembangunan yang dimulai dari bawah dan melibatkan masyarakat secara langsung itu memberi efek dan dampak yang lebih bagus dalam perputaran ekonomi kerakyatan. Ketika masyarakat mandiri, maka kesejahteraan juga semakin meningkat. Dia pun mendorong, agar setiap daerah turut mengembangkan potensi desanya masing-masing.

Hal itu menurutnya juga berlaku bagi seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) Kabupaten Malang. Di mana seluruh OPD wajib untuk membuat inovasi baru dalam mengembangkan setiap program yang dilaksanakan. Karena saat ini, sudah ada banyak OPD yang berkreasi dan berhasil diakui nasional maupun internasional.

"Seperti inovasi rumah burung hantu dari Dinas Pertanian misalnya, yang itu cukup berhasil dan diakui nasional ternyata. Inovasi semacam itulah yang dibutuhkan OPD. Termasuk paling baru ada inovasi lagi dari Dinas Pertanian untuk menambah jumlah hasil panen padi, yang itu sangat patut diapresiasi," imbuhnya.

Dia juga berpesan agar setiap kepala OPD tidak ego sektoral. Melainkan bahu membahu dan saling mendukung antara satu dengan yang lainnya dalam mengembangkan Kabupaten Malang. Karena sebagaimana tiga visi dan misi Kabupaten Malang, kesejahteraan masyarakat harus diutamakan.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang, Mursyidah menambahkan, sebagaimana fungsinya, Balitbangda memiliki peran dalam menunjang pembangunan Kabupaten Malang melalui sistem dan inovasi. Melalui seminar yang digelar ini, ia berharap agar ada banyak inovasi yang bisa dimunculkam oleh setiap OPD dan daerah di Kabupaten Malang sesuai potensinya masing-masing.

"Tujuan seminar ini adalah untuk menunjang pembangunan, meningkatkan kerjasama antara barenlitbangda dengan sektor terkait untuk pembangunan, dan meningkatkan kinerja daerah yang berbasis inovasi," jelasnya sembari menyebut jika swminar tersebut diikuti oleh 100 peserta dari OPD dan stakehloder terkait.