Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Malang, saat melakukan razia di rumah produksi rokok ilegal yang berlokasi di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi (Foto : Bea Cukai for MalangTIMES)
Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Malang, saat melakukan razia di rumah produksi rokok ilegal yang berlokasi di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi (Foto : Bea Cukai for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penjualan rokok yang masih banyak diminati masyarakat, membuat sebagian oknum berbuat curang demi mendapatkan keuntungan. Seperti yang dilakukan AG (Inisial), warga Dusun/Desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi.

Dengan dalih agar meraup pendapatan yang besar, justru pelaku terpaksa diamankan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Malang, lantaran memproduksi sekaligus mengedarkan rokok ilegal, Rabu (14/11/2018).

Kepada MalangTIMES, Plh Kepala KPPBC Malang Surjaningsih menjelaskan, berawal dari informasi warga sekitar, jika di salah satu rumah di Desa Ganjaran, selama ini dicurigai sebagai tempat untuk menyimpan dan menimbun rokok ilegal. “Berawal dari laporan tersebut, petugas kemudian mengkonfirmasi kebenarannya di lapangan,” jelas Surjaningsih, Senin (19/11/2018).

Ketika dirasa informasi dan pemetaan yang dilakukan personel di lapangan membuahkan hasil, puluhan petugas bea cukai yang sudah mendapat perizinan dari perangkat desa setempat, melakukan penyelidikan di lokasi tersebut. “Saat dilakukan penggrebekan, pemilik rumah sekaligus industri rokok ilegal itu, kedapatan sedang mengemas rokok,” kata Surjaningsih.

AG yang saat itu tertangkap basah, tidak bisa mengelak dan hanya bisa pasrah, saat puluhan petugas mengeledah seisi rumah yang dijadikan tempat produksi rokok miliknya tersebut. “Kami menemukan barang bukti berupa 2.404 bungkus rokok, yang berisi 48.080 batang rokok ilegal jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) siap edar. Tidak hanya itu, kami juga menyita rokok jenis sama, sebanyak 17 karton, atau 301.000 batang rokok ilegal,” sambung Surjaningsih.

Surjaningsih menambahkan, setelah mengobok-obok seisi rumah selama kurang lebih tiga jam. Barang bukti beserta pemilik industri rokok ilegal tersebut, dibawa ke kantor  bea cukai demi kepentingan penyidikan dan penelitian lebih lanjut. Barang bukti yang disita petugas, diperkirakan bernilai lebih dari Rp 127 juta. Sedangkan kerugian negara ditafsir mencapai lebih dari Rp 164 juta. “Apa yang dilakukan pelaku ini melanggar pasal 56 juncto 66 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai,” tutup  Surjaningsih.