Suasana perempatan Jalan Kaliurang yang rencananya menjadi salah satu titik penerapan tilang elektronik di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana perempatan Jalan Kaliurang yang rencananya menjadi salah satu titik penerapan tilang elektronik di Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Warga Kota Malang dipacu untuk semakin tertib dalam berlalu lintas. Salah satunya dengan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE). Mulai hari ini (19/11/2018) Polres Malang Kota (Makota) melakukan ujicoba di sejumlah titik traffic light. 

Baca Juga : Per Hari Ini Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di 23 Provinsi, Total 5.136 Penderita

Sebagai uji coba, ada dua titik yang bakal dijadikan pilot project, yakni traffic light depan Hotel Savana Jalan Letjen Sutoyo dan traffic light Jalan Kaliurang. Kasat Lantas Polres Makota AKP Ari Galang Saputro mengatakan, penerapan tilang elektronik akan memanfaatkan closed circuit television (CCTV) yang terpasang di masing-masing traffic lights. 

Mekanismenya, pengendara yang melakukan pelanggaran akan terekam di CCTV. Selanjutnya, CCTV akan merekam wajah pengendara serta plat nomor kendaraan yang melanggar peraturan. "Data yang terekam kamera CCTV akan dijadikan bukti untuk penerapan giat penindakan pelanggaran," ujarnya.

Dengan begitu, pelanggar tidak bisa mengelak ketika polisi melakukan penilangan. "Karena sudah jelas, plat nomor, pengendara jelas. Jadi, tidak bisa mengelak dari e-tilang," jelasnya. 

Dengan adanya penerapan e-tilang ini pihaknya berharap, ke depan tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan masyarakat. Dia mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk penerapan e-tilang tersebut jauh-jauh hari. Selain itu, CCTV itu juga akan terkoneksi ke command center. "Nanti kami combine," kata dia. 

Baca Juga : Rektor UMM Merespons Desas-desus Pergantian WR III dan Kursi Baru WR IV

Galang menjelaskan, rencananya kebijakan ini akan diuji coba pada selama satu bulan mendatang. "Mulai Senin (hari ini), kami uji cobakan dan sosialisasikan selama satu bulan, baru setelah itu jika ada yang melanggar kami tindak," pungkasnya. (*)