Belasan bocah yang masih duduk dibangku kelas SD, SMP dan SMA saat digiring ke Polsek Singosari guna mendapatkan pembinaan lantaran pesta miras di pinggir jalan, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Singosari for MalngTIMES)
Belasan bocah yang masih duduk dibangku kelas SD, SMP dan SMA saat digiring ke Polsek Singosari guna mendapatkan pembinaan lantaran pesta miras di pinggir jalan, Kabupaten Malang (Foto : Polsek Singosari for MalngTIMES)

MALANGTIMES - Seiring perkembangan zaman, pengawasan orang tua mengambil peran penting akan tumbuh kembang putra putri mereka. Jika fungsi pembinaan dan pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya, bukan tidak mungkin apa yang dilakukan belasan bocah asal Kecamatan Singosari ini, terjadi pada buah hati kita.

Baca Juga : Musim Melaut, Para Nelayan yang Berlabuh di Kabupaten Malang Bakal Disemprot Antiseptik

Bagimana tidak, akhir pekan yang seharusnya diisi dengan berbagai kegiatan positif, malah asik nongkrong di pinggir jalan lapangan perumdam Kecamatan Singosari sembari pesta minuman keras (miras), Sabtu (17/11/2018) dini hari.

“Sebanyak 14 orang yang beberapa di antaranya masih berstatus pelajar, terjaring razia tim Sabhara saat asik menengak miras,” kata Kanitreskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono, kepada MalangTIMES, Minggu (18/11/2018).

Keempat belas bocah dan remaja yang terjaring razia yaitu, RB (27), KD (23), CH (21), AR (21), HM (26), HR (14), PJ (16), VV (13), AD (13), NR (16), RS (15), AB, MRD (15), dan SA (16). 

Mereka berasal dari Desa/Kelurahan Klampok, Toyomarto, Purwoasri, Dengkol, Watugede, Tamanharjo, Candirenggo, dan Gunungrejo. Dimana beberapa daerah tersebut merupakan wilayah Kecamatan Singosari.

Keempat belas bocah dan remaja yang terjaring razia, akhirnya digelandang ke kantor polisi guna mendapatkan pembinaan, agar tidak mengulangi perbuatan yang sama. 

Dari belasan siswa yang terjaring razia, berasal dari bangku sekolah dasar (SD), SMP, Hingga SMA. Mirisnya, dari 14 pelajar yang didominasi laki-laki itu, satu di antaranya bersatus siswi (pelajar putri) SMP.

Dari pendalaman petugas, belasan pelajar itu, mengaku jika diajak dan diajari menengak miras dari RB dan HM. Bahkan, sebelum terjaring razia, mereka sudah sering mengonsumsi minuman setan tersebut. 

Sedangkan miras yang dikonsumsi adalah, vodka dan arak yang dioplos dengan minuman soda. “Kami lantas berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas, guna berkoordinasi dengan perangkat desa tempat belasan pelajar itu tinggal,” terang Supriyono.

Baca Juga : Draft Sudah Final, Besok Pemkot Malang Ajukan PSBB

Supriyono menambahkan, selain dibina, keempat belas bocah dan remaja yang terjaring razia juga mendapatkan tindak pidana ringan (tipiring). 

Di hadapan petugas kepolisian disaksikan orang tua dan perangkat desa setempat, belasan pelajar itu, lantas membuat surat pernyataan sebelum akhirnya dikembalikan ke keluarga masing-masing. 

“Kegiatan semacam ini memang sudah menjadi rutinitas, kami kerap melakukan penyisiran ke daerah rawan tindak kejahatan dan tempat pesta miras semacam ini,” imbuh Supriyono.

Selama ini, memang banyak keluhan masyarakat yang menyayangkan aksi pesta miras yang terjadi di wilayah hukum Polsek Singosari. Sebab, setelah mabuk, mereka biasanya melakukan aksi kejahatan. 

“Itu langkah antisipasi kami, memang setelah mabuk mereka dikhawatirkan akan melakukan pelanggaran seperti pencurian. Berawal dari keluhan warga, maka kami bertindak untuk mencegahnya,” tegas Supriyono.

Supriyono berpesan, agar para orang tua juga aktif melakukan pembinaan dan pengawasan kepada buah hati mereka. Jika keluar hingga larut malam, tidak ada salahnya jika ditegur dan dilarang, guna tidak terjerumus kenakalan remaja. 

“Semoga insiden semacam ini tidak terulang kembali, peran orang tua sangat penting guna mengantisipasi kenakalan remaja,” pungkasnya.