Cafe Sawah Pujon Kidul (@a2ephotograph)
Cafe Sawah Pujon Kidul (@a2ephotograph)

MALANGTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang HM. Sanusi meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga untuk untuk memperlebar akses jalan menuju Cafe Sawah, Pujon. 
Permintaan tersebut dalam upaya mendongkrak kunjungan masyarakat,  baik dalam maupun luar, ke Cafe Sawah yang telah menjadi salah satu destinasi wisata terbilang moncer di Indonesia. 

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Wisata Cafe Sawah yang dikelola oleh badan usaha milik desa (BUMDes) telah terbukti berhasil mendongkrak sektor ekonomi warga sekitar. Hal ini tentunya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Kabupaten) Malang terhadap berbagai potensi yang ada di desa. 

Sanusi menyampaikan, permintaan adanya pembangunan akses jalan ke Cafe Sawah merupakan salah satu bagian pemkab Malang merealisasikan tiga program strategisnya. Yakni meminimalisir kemiskinan dan optimalisasi pariwisata berbasis masyarakat. 

"Visi misi Kabupaten Malang jelas dalam hal ini. Kini, di berbagai desa sektor pariwisata sudah terlihat dan dikelola melalui BUMDesa-nya. Kita mendukung penuh pembangunan wisata dengan berbagai program. Salah satunya adalah akses jalan wisata," kata Sanusi,  Minggu (18/11/2018). 

Melalui akses jalan wisata yang refresentatif, maka wisatawan akan semakin nyaman. Pun, bagi wisatawan yang akan ke Cafe Sawah. 
"Untuk itu saya meminta Bina Marga untuk melebarkan jalan masuk ke Cafe Sawah. Sehingga kendaraan besar bisa masuk dan tentunya akan msmbuat pengunjung semakin banyak," ujarnya.

Dia uga meyakini dengan akses jalan wisata yang baik,  wisatawan akan semakin melonjak. "Wisatawan semakin banyak,  maka omzet akan semakin tinggi juga. Saat ini saja Cafe Sawah bisa meraup omzet sekitar 5 miliar rupiah. Bila jalan diperlebar,  bus besar bisa masuk, saya yakin akan terus meningkat kesejahteraan warga di sana, " imbuh Sanusi. 

Wabup Malang Sanusi (Humas for MalangTIMES)

Cafe Sawah, Pujon, dulunya merupakan tanah bengkok desa dengan luas sekitar 8 ribu m2. Bertahun-tahun lamanya, lahan yang kurang produktif tersebut, akhirnya disulap menjadi objek wisata pada tahun 2016. Di tahun 2017 objek wisata yang dinamakan Cafe Sawah baru diresmikan.

Ternyata, tidak membutuhkan waktu lama,  Cafe Sawah yang letaknya di tengah hamparan sawah dan dikelilingi Pegunungan Kelet, Pegunungan Dorowati, Pegunungan Lirang dan Gunung Kelud ini mampu menarik hati masyarakat luas. 

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

Tentunya, kreativitas warga serta pengelolaan wisata melalui BUMDesa menjadi strategi dalam moncernya Cafe Sawah. Seperti yang disampaikan Sanusi terhadap lesatnya Cafe Sawah, Pujon.  "Kreativitas menjadi penting dalam optimalisasi pariwisata berbasis masyarakat. Ditunjang dengan penerapan teknologi serta pengelolaan melalui BUMDesa. Hal ini semua akan semakin lengkap, bila infrastruktur jalan juga terus ditingkatkan," ujarnya yang juga menegaskan telah meminta kepada Sekda Kabupaten Malang untuk mengarahkan APBD untuk keperluan pengentasan kemiskinan. Salah satu strateginya adalah melalui optimalisasi potensi sumber daya alam dan sumber manusianya. 

Dalam kesempatan berbeda, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni juga kerap menyampaikan kepada media mengenai fokus kerja di kedinasannya. 
Dirinya menegaskan, sebagian besar rencana program dan kegiatan di Dinas PU Bina Marga diarahkan untuk mendukung tiga program strategis Kabupaten Malang. 

"Untuk pembangunan jalan wisata, misalnya,  kita prioritaskan. Seperti di jalan wisata pantai selatan. Tapi,  memang kita menyesuaikan dengan kekuatan anggaran yang ada. Sehingga ada skala prioritas yang harus kita ke depankan," ucap Romdhoni. (*)