Ini Kesaksian Warga yang Melempari Pembunuh Pasutri

Nov 16, 2018 19:50
Mayat Barno bersimbah darah di pinggir jalan dengan kondisi luka di pundak dan leher saat dievakuasi. foto : Joko Pramono/Jatimtimes)
Mayat Barno bersimbah darah di pinggir jalan dengan kondisi luka di pundak dan leher saat dievakuasi. foto : Joko Pramono/Jatimtimes)

MALANGTIMES - Tragis nian nasib pasutri di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, ini. Tak ada angin tak ada hujan, keduanya meregang nyawa dibunuh oleh tetangganya sendiri. Barno (Lk, 70 tahun) dan Sumini alias Cempling (Pr, 70 tahun) dibunuh oleh Matal, tetangganya sendiri, Jumat (16/11).

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Kejadian bermula pada sekitar pukul 14.30, Matal mendatangi rumah Sumini dan Barno di sebelah timur rumahnya. Tanpa peringatan, Matal langsung menebaskan parang yang dibawanya ke leher Sumini hingga hampir putus.

Selanjutnya selepas menghabisi nyawa Sumini, Matal mengejar suami korban, Barno yang baru pulang mencari rumput. Sayang, Barno yang mencoba menyelamatkan diri tak bisa menghibdar dari tebasan parang Matal. Akibat luka parah di leher, Barno juga menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi tak jauh dari rumah pelaku.

Dari penuturan saksi mata di lokasi kejadian, Anggi  (Lk, 36 tahun) yang sempat mencoba menghentkan aksi korban, Matal nekat melakukan aksinya lantaran dipicu masalah beras. "Kata yang bacok itu (Matal) itu soal beras saya (Matal) diambil," tutur Anggi.

Terkait anggapan warga temtamg pelaku yang mengalami sakit jiwa, dirinya tidak tahu pasti. Namun Mata dikenal oleh warga sebagai tokoh yang biasa memimpin Yasinan di lingkunganya. Matal dikenal sebagai sosok yang rajin ibadah. "Dia biasa mimpin yasinan dan adzan di Mushola," tuturnya ebih lanjut.

Matal sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan pentol yang dijajakan keliling. Matal mempunyai 2 anak dan 1 istri.

Sementara korban, Sumini dan Barno meninggalkan 5 anak hasil perkawinanya.

Petugas lakukan tembakan ke udara untuk menghalau masa yang mendekati pelaku  (foto : Joko Pramono/Jatimtimes)

Anggi sebenarnya sempat menghalau Matal melakukan aksinya. Dirinya dibantu oleh tetangga lainya bahkan melempari pelaku dengan batu hingga mengenai kepalanya, namun pelaku bergeming.

"Saya dan pak Budi sempat melemari batu Matal, kena kepaanya tapi enggak pengaruh," tuturnya.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Senada dengan Anggi, Narto kepala Dusun Krajan, Rt.2 Rw.2 mengatakan jika pelaku juga sebagai guru ngaji di Mushola desa setempat. "Guru ngaji di mushola dan jualan elling," ujar Narto.

Sementara itu Kapolres Tulungagung melalui Kasat Reskrimnya, AKP. Mustijat Priambodo di tempat kejadian katakan kedua korban mengalami luka serius di lehernya. Untuk Barno mengalai luka di pundak dan lehernya, sedang Sumini luka di leher.

Saat ditanyakan dugaan gangguna jiwa pada pelaku, Mustijat katakan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan status kejiwaan pelaku. "Itu masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," tutur pria ramah itu. (*)

Topik
Pembunuhan PasutriKorban PembunuhanBarnoSuminiKasat ReskrimnyaAKP Mustijat Priambodo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru