Tragis, Pasutri Tewas Ditebas Parang oleh Tetangga

Nov 16, 2018 19:09
Korban Barno tewas di pinggir jalan setelah lari. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Korban Barno tewas di pinggir jalan setelah lari. / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES.- Pasutri yang diketahui bernama Barno (65) dan Musini (60), warga RT 02 RW 02 Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, bersimbah darah dan mengembuskan nafas terakhirnya setelah ditebas parang oleh tetangganya sendiri, Matal (48). 

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Musini luka parah di bagian pundak dan terjungkal di samping dapur. Sedangkan Barno lari ke jalan namun di kejar oleh Matal dan ditebas lehernya sehingga kepalanya nyaris terpisah dari badan.

"Ya Allah, dua orang mbah saya mengalami nasib yang tragis. Kebangeten. Ibu saya luka di bagian pundak di sini (dekat dapur), sedang bapak lari ke jalan namun terkejar," kata Titik (32), cucu korban

Matal diketahui merupakan guru ngaji dan bekerja sebagai Bakul Penthol dan diduga mengalami  gangguan jiwa. "Kakek ini baru pulang ngarit, tapi entah apa masalahnya tiba-tiba Barno mengamuk dan membabi buta melakukan aksi pembacokan sehingga dua nyawa mbah saya melayang," kata Titik sedih.

Setelah melakukan pembunuhan, matal masih tetap membawa senjata tajam berupa parang. Warga takut dan tidak berani melakukan perlawanan sehingga situasi mencekam
"Saya tidak terima, pelaku harus di hukum mati, ini keterlaluan," kata Purnia (31) cucu korban yang lain.

Purnia melanjutkan, kemarahan Matal diduga karena tekanan keluarga terutama istrinya yang bernama Sih (38). "Mereka sering bertengkar, istrinya baru pergi dari rumah kira-kira 3 hari, ini tadi ada kejadian yang perempuan baru pulang," jelas Purnia.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Kapolsek Kedungwaru AKP Purwanto yang berada di TKP pasca kejadian mengatakan masih terus melakukan olah TKP dan belum bisa memberi kesimpulan terkait motif pembunuhan. 
"Sabar, ini masih pemeriksaan TKP, belum dapat kita simpulkan," kata Purwanto.

Kapolsek membenarkan adanya informasi bahwa pelaku yang bernama Matal mengalami gangguan jiwa. "Informasinya begitu (sakit jiwa) namun perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Kedua korban diketahui setiap hari tinggal bersama dengan anak nomer lima bernama Supiah (40) dan cucu lain bernama Asrul (30), Rojikin (19), Sucipto (7).

Situasi di TKP hingga saat ini masih dipenuhi warga yang penasaran dengan adanya kejadian yang mengejutkan itu. (*)

Topik
Pembunuhan PasutriKorban Pembunuhankapolsek KedungwaruAKP Purwanto

Berita Lainnya

Berita

Terbaru