Ilustrasi.(Foto : Pikiran Merdeka)

Ilustrasi.(Foto : Pikiran Merdeka)



MALANGTIMES - Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu siswi SMPN di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, oleh oknum guru menjadi viral. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) pun turun tangan dan melaporkan kasus ini ke kepolisian.

Ketua Sapuan, Titim Fatmawati, mendatangi Polres Blitar Kota pada Kamis (15/11/2018) sekitar pukul 10.00. Pihaknya melaporkan kasus ini setelah menerima kabar bahwa siswi SMP sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya) mendapat perlakukan pelecehan seksual oleh gurunya berinisial PMJ. Korban dan keluarganya tidak berani melapor karena miskin dan tidak paham hukum.

Seperti diketahui, Mawar mengalami trauma hingga takut masuk sekolah. Trauma dicabuli gurunya yang berinisial PMJ begitu membekas di dalam ingatanya.Terhitung sudah satu bulan ini Mawar tidak masuk sekolah. Siswi yang duduk di bangku kelas VII itu hanya berdiam diri di rumahnya. Oknum guru bahasa Inggris dan olahraga itu benar-benar merenggut keceriaan Bunga akibat ulah cabulnya di kamar mandi sekolah pada September 2018 lalu.

“Ya hari ini kita melakukan pendampingan kasus perkosaan dan pelecehan seksual,” kata Titim kepada wartawan.

Dikatakan, saat ini pihaknya juga akan melaporkan korban lain atas kasus yang sama di wilayah Kecamatan Nglegok. Total ada tiga korban dan ada tiga orang pelaku yang akan dilaporkan ke kepolisian.

“Yang dilaporkan diantaranya pelaku penambang pasir, oknum pendidik dan oknum perangkat desa,” ungkapnya.

Dia menuturkan kalau aksi pecabulan dilakukan oleh para oknum dengan tipu daya dan kini menimbulkan kerugian pada para korban yang diantaranya masih di bawah umur. “Seperti itu korban diperdaya dengan bujuk rayuan. Saya harap dengan laporan ini para pelaku bisa diproses secara hukum,” pungkasnya.(*)

End of content

No more pages to load