Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P2HI) Disnaker Kota Malang, M Damhudi (paling kanan) saat menyambut kunker Disnaker Kabupaten Ponorogo (Muslimin/MalangTIMES)

Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P2HI) Disnaker Kota Malang, M Damhudi (paling kanan) saat menyambut kunker Disnaker Kabupaten Ponorogo (Muslimin/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Prestasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang dalam penyelesaian konflik antara pelaku usaha, perusahaan dan para pekerja, nampaknya memang diakui oleh pemerintahan dari daerah lain.

Terbukti, Disnaker dari Kabupaten Ponorogo, melakukan kunjungan kerja ke Disnaker Kota Malang untuk mempelajari manajemen dari Disnaker Kota Malang dalam penyelesaian konflik yang terjadi.

Kasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P2HI) Disnaker Kota Malang, M Damhudi, mengungkapkan, bahwa memang kedatangan Disnaker Kabupaten Ponorogo memang dalam rangka study banding mempelajari sistem kerja pada semua bidang di Disnaker Kota Malang.

"Mereka melihat, bagaimana penyelenggaraan job fair, kemudian masalah-masalah yang dialami pada masing-masing bidang," jelasnya di sela penyelenggaraan job fair yang diadakan Disnaker Kota Malang di gedung Skodam (15/11/2018).

Lebih lanjut dijelaskan Dahmudi, untuk bidang HI, Disnaker Kabupaten Ponorogo menanyakan terkait bagaimana manajemen dalam meminimalisir konflik yang terjadi antara pelaku usaha dan pekerja dengan jumlah perusahaan yang begitu banyak.

Kejadian perselisihan antara perusahaan dan pekerja dalam rentan waktu satu tahun di Kota Malang, terbilang begitu kecil. 

Hanya berkisar empat sampai lima persen dari jumlah perusahaan yang hampir mencapai seribu perusahaan.

"Itu yang membuat daerah lain ingin mengetahui manajemen dan proses penyelesaian perselisihan antara pekerja dan pelaku usaha," paparnya

Sebenarnya dalam proses penyelesaian konflik, salah satu faktor yang juga penting adalah bagaimana menjalin hubungan baik antara serikat pekerja maupun asosiasi pengusaha dengan Disnaker pada daerah tersebut.

"Dengan hubungan yang baik, tentunya manakala terjadi suatu perselisihan, maka bisa segera cepat terselesaikan dengan azaz yang berkeadilan. Dengan hubungan yang baik itu, maka angka perselisihan antara pekerja dan dan pelaku usaha angkanya kecil," terangnya

Berdasar dari pengalaman itu, menurutnya, Disnaker Kabupaten Ponorogo perlu menjalin hubungan lebih baik dan lebih intensif lagi dengan serikat pekerja ataupun asosiasi pengusaha. Sehingga nanatinya kembali lagi akan berdampak kecilnya angka perselisihan antara pengusaha dan pekerja.

"Dampak dari itu ya kedamaian dalam industrial tercipta. Unjuk rasa atau demo nggak ada karena semua berjalan dengan baik. Dan itu tercipta karena hubungan yang harmonis," pungkasnya

End of content

No more pages to load