MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, terus berupaya untuk menjaga kondisi lingkungan di Kota Malang. 

Upaya tersebut dilakukan DLH Kota Malang dengan cara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengurangi produksi sampah di Kota Malang yang perhari bisa mencapai 500 ton.

Ajakan tersebut dilakukan  DLH Kota Malang dengan melaunching gerakan kantong belanja dari rumah. 

Gerakan tersebut mengajak masyarakat untuk mengurangi pemakaian bahkan sebisa mungkin untuk tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Sebab, penggunaan kantong plastik begitu berpengaruh terhadap kondisi lingkungan, karena penguraiannya partikel plastik membutuhkan waktu puluhan tahun, bahkan hingga ratusan tahun.

"Kami mengajak masyarakat, untuk mengakhiri kecanduan terhadap kantong plastik saat berbelanja. Sebab penguraian kantong plastik membutuhkan waktu yang tak sebentar, dan itu sangat berpengaruh terhadap kondisi lingkungan sekitar. Kami harap semua bisa menerapkan ini," jelasnya usai acara launching gerakan kantong belanja dari rumah, Kamis (15/11/2018).

Lanjutnya, jika berbelanja, masyarakat diharapkan untuk bisa memakai kantong belanja yang berbahan ramah lingkungan, misalnya seperti berbahan kain, kertas ataupun kantong yang memang sudah didesain untuk mudah terurai.

"Pakai yang ramah lingkungan. Sebisa mungkin bawa kantong sendiri dari rumah jika berbelanja. Jika hal ini banyak dilakukan oleh masyarakat, juga akan berdampak pada pengurangan volume sampah," jelasnya

Selain mengurangi pemakaian kantong plastik, pemilihan sampah dari sumber juga harus digencarkan. Sebab, dengan pemilihan tersebut, volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan semakin sedikit.

"TPA pun bisa semakin terkurangi bebannya untuk menampung sampah, tidak semakin overload. Nah di sini sampah yang dipilah pun bukannya tetap menjadi sampah, namun itu bisa menjadi sebuah rupiah, dengan bekerjasama dengan Bank Sampah Malang (BSM)," bebernya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ujang Solihin Sidik juga berharap, agar masyarakat bisa merubah kebiasaan nyampah.

"Bahkan jika perlu, masyarakat tidak nyampah. Jika terpaksa nyampah, ya pilih dulu, kemudian berikan kepada Bank Sampah kan justru menghasilkan. Lingkungan di Kota Malang yang sudah baik ini harus dijaga. Urusan sampah jangan dilimpahkan ke dinas saja, masyarakat juga harus terlibat," jelasnya.

Mengubah kebiasan nyampah, lanjutnya, bertujuan agar sampah berkurang, bahkan kalau perlu tidak nyampah. 

Dengan gerakan kantong belanja dari rumah ini, menurutnya, penggunaan plastik otomatis akan terkurangi. 

"Apalagi TPA di Kota Malang volume sampah semakin penuh sehingga membawa kantong sendiri dari rumah saat belanja wajib dilakukan," pungkasnya.