Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso saat membuka kegiatan fasilitasi dan verivikasi dokumen Kota Sehat di Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang Erik Setyo Santoso saat membuka kegiatan fasilitasi dan verivikasi dokumen Kota Sehat di Balaikota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen mempertahankan gelar sebagai Kota Sehat.

Bahkan, pada 2019 mendatang ditargetkan untuk mencapai level tertinggi Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. 

Berbagai upaya dilakukan, termasuk mengevaluasi dokumen-dokumen hingga rencana aksi lapangan menuju Kota Sehat.

Seperti hari ini (15/11/2018), pemkot melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang menggelar Rapat Koordinasi Perbaruan Dokumen Verifikasi Kota Sehat 2019.

Bertempat di Ruang Majapahit Balaikota Malang, rakor itu dihadiri perwakilan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemkot Malang.

Selain itu, Forum Malang Kota Sehat (FMKS) serta pemateri dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur. 

Evaluasi itu dilakukan untuk membedah pekerjaan rumah (PR) Pemkot Malang untuk mencapai Kota Sehat paripurna. 

Kepala Barenlitbang Kota Malang Erik Setyo Santoso mengungkapkan bahwa salah satu yang menjadi program utama pemkot adalah perwujudan Malang Kota Sehat. 

Anugerah itu diberikan pada kota-kota di Indonesia yang berlomba menjadi kota ideal.

"Kota Sehat ini juga sebuah metafora, sebagai ukuran keberhasilan pembangunan suatu kota itu bisa teruji," terangnya.

Oleh karena itulah, lanjut Erik, parameter Kota Sehat itu tidak hanya mencakup hal-hal fisik tetapi juga nonfisik. 

"Tidak hanya infrastruktur yang dinilai, tapi juga masalah kebiasaan dan kepedulian masyarakatnya untuk kesehatan," tutur mantan Kepala Dinas Pertamanan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang itu. 

Saat ini, lanjut Erik, Kota Malang sedang berproses verifikasi menuju tataran tertinggi Kota Sehat. 

"Karena itulah dalam pertemuan kali ini kami mendatangkan verifikator dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. Kota sehat ini juga didukung dan mendapatkan support dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang," sebutnya.

Erik menjelaskan bahwa definisi Kota Sehat ini terdistribusi dalam program-program seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Terutama dalam koridor tupoksi sebagai penyelenggara urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

"Kemudian, Kota Sehat ini tidak hanya melibatkan pemerintah tetapi juga masyarakat yang teruji dan dinilai," tambahnya.

"Karena itulah, dalam Kota Sehat ini ada Forum Malang Kota Sehat yang beranggotakan pegiat dan juga tokoh masyarakat. FMKS ini bekerja sama dengan pemerintah untuk mewujudkan tataran tertinggi Kota Malang seagai Kota Sehat," tegasnya. 

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan komitmen bahwa Kota Sehat menjadi salah satu gol dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang. 

"Barenlitbang sebagai ketua tim pembina. Karena itulah Kota Sehat ini akan diintegrasikan dalam RPJMD, yang merupakan penerjemahan visi misi wali kota dan wakil wali kota sehingga Kota Sehat bisa menjiwai arah pembangunan lima tahun ke depan," pungkasnya.