Suasana hari pertama Job Fair Pemkot Malang yang digelar di aula Skodam Brawijaya Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Suasana hari pertama Job Fair Pemkot Malang yang digelar di aula Skodam Brawijaya Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyelenggaraan Job Fair Pemkot Malang yang mengalami penurunan kunjungan mendapat sorotan dari Wali Kota Malang Sutiaji. Menurut dia, turunnya peminat pencari kerja kantoran berarti pekerjaan rumah (PR) bagi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memacu tumbuhnya entrepreneur atau wirausahawan muda.

"Acaranya kurang semarak. Mungkin publikasinya kurang luas," ujar Sutiaji saat meninjau kegiatan yang berlangsung di aula Skodam Brawijaya, Kota Malang itu. Bursa kerja yang menghadirkan 62 perusahaan dengan sekitar 4 ribu lowongan kerja itu berlangsung sejak kemarin (14/11/2018) hingga hari ini (15/11/2018). 

Sutiaji mengungkapkan Malang merupakan salah satu kota penyumbang angka pengangguran terbuka di Jawa Timur. Hal itu dikarenakan karena ada banyaknya mahasiswa yang datang belajar ke Kota Malang dan setelah lulus kuliah mencari pekerjaan. "Akibatnya, saat dilakukan survei dan pendataan, jumlah angka pengangguran cukup besar di Jawa Timur," terangnya. 

Ia menjelaskan, selama ini Pemerintah Kota Malang terus berupaya agar angka pengangguran bisa menurun. Membuka job fair adalah salah satu langkah yang dilakukan. Namun, berbagai upaya lain juga dilakukan, seperti menumbuhkan para entrepreneurship baru berbasis usaha kecil dan mikro serta industri ekonomi kreatif.

"Pemerintah Kota Malang harus siap menghadapi revolusi industri 4.0. Karena itu. perlu ada semangat bersama, termasuk salah satunya bagaimana meningkatkan perekonomian serta menyerap angka pengangguran," ucapnya. 

Kepada para pencari kerja yang ada di job fair itu, Sutiaji juga memberikan motivasi agar mencari kerja tidak dijadikan salah satu upaya untuk lepas dari status pengangguran. Dia menegaskan bahwa para pencari kerja harus bisa menciptakan lapangan kerja di masa mendatang. Sebab, saat ini pasar dan kesempatan sudah terbuka lebar akibat era informasi.

Sutiaji mencontohkan salah satu pengusaha yang sukses dari Kelurahan Tunggulwulung. Berdasarkan analisis pasar serta strategi yang baik dalam pemasaran, pengusaha tersebut mampu menghasilkan perputaran uang miliaran rupiah dalam waktu kurang dari satu tahun saat usaha tersebut didirikan. "Ini merupakan contoh serta motivasi kepada panjenengan para pencari kerja agar ke depan kota bisa menciptakan lapangan kerja baru," imbuhnya.

Sutiaji berpesan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar siap dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 dengan inovasi dan penggunaan teknologi. Tujuannya, agar pembangunan bisa terwujud dengan baik di segala aspek. 

Diberitakan sebelumnya, penyelenggaraan job fair di akhir tahun anggaran 2018 ini relatif sepi peminat. Pada hari pertama penyelenggaraan, jumlah kunjungan hingga pukul 12.00 WIB baru tercatat sekitar 500 orang. Padahal pada penyelenggaraan sebelumnya pada Juli 2018 lalu, jumlah kunjungan tiap hari rata-rata di angka 1.500 hingga 2.000 pelamar. (*)