Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang Sri Meicharini saat menandatangani program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Pendapa Panji, Kabupaten Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang Sri Meicharini saat menandatangani program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Pendapa Panji, Kabupaten Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



MALANGTIMES - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan terkait pengurusan administrasi kependudukan. Salah satu terobosan baru adalahpeluncuran program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Pendapa Panji Kepanjen, Rabu (14/11/2018).

Dalam realisasinya, beberapa instansi seperti Kantor Pos dan Rumah Sakit Wava Husada akan turut dilibatkan. “Saya berharap dengan peluncuran GISA ini, nantinya pengurusan administrasi kependudukan bisa menjangkau masyarakat hingga wilayah pedesaan yang ada di Kabupaten Malang,” terang Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini kepada MalangTIMES.

Menurut Meicharini, era saat ini, kelengkapan berkas administrasi kependudukan memang sangat penting. Terutama terkait pemutakhiran data. “Setiap bayi yang baru lahir, harus segera dimasukkan ke data kartu keluarga. Untuk itu, dalam progam GISA ini, kami menggandeng Rumah Sakit Wava Husada agar mempermudah pengurusan akta kelahiran,” terang perempuan yang akrab disapa Rini ini.

Berkat berbagai upaya terkait peningkatan pelayanan yang diberikan Dispendukcapil selama ini terbukti bisa mempermudah masyarakat untuk mengurus surat kependudukan. Dalam kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP-el), misalnya, saat ini sudah mencapai angka 94,42 persen. Angka itu nyaris sama dengan jumlah kepemilikan KK yang menyentuh angka 92,57 persen. “Selain bekerja sama dengan rumah sakit, kami juga melibatkan Kantor Pos agar pelayanan bisa mencapai ke sektor pedesaan,” sambung Rini.

Nantinya keterlibatan Kantor Pos ini bakal membuat masyarakat lebih mudah karena bisa mengirim berkas persyaratan kepengurusan administrasi kependudukan melalui Kantor Pos terdekat. “Berkas yang diterima Kantor Pos akan dikirim ke Dispendukcapil. Jika berkas sudah lengkap, akan segera diurus. Bila sudah jadi, akan dikirim ke alamat yang mengurus berkas tersebut,” ujar Rini.

Dengan demikian, cara tersebut bisa memangkas jarak dan efisiensi waktu. Sebab, warga  tetap bisa mengajukan berkas kependudukan tanpa harus mengunjungi kantor Dispendukcapil.  Apalagi, wilayah Kabupaten Malang sangat luas. “Biaya pengiriman persyaratan melalui kantor pos ini hanya dipungut Rp 20 ribu,” imbuhnya.

Ditemui bersamaan, Kepala Kantor Pos Malang Agung Janarjono mengaku siap berkontribusi penuh dalam gagasan GISA yang dilakukan Dispendukcapil. “Kami akan berkomitmen penuh dalam GISA ini. Dengan adanya 44 outlet yang tersebar di Malang Raya, dirasa bisa memudahkan masyarakat dalam mengurus surat kependudukan,” kata Agung.

Peluncuran GISA itu juga turut dihadiri  Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bamdiklat) Provinsi Jawa Timur Indra Setiabudi Ranuh. Indra mengaku mengapresiasi gagasan yang diusung Dispendukcapil Kabupaten Malang. 

Menurut dia, ada tiga hal penting yang bisa dimanfaatkan masyarakat akan progam GISA ini. Yaitu kepastian biaya yang lebih terjangkau, persyaratan yang jelas, dan ketepatan waktu. “Di Jawa Timur, Kabupaten Malang menjadi daerah pertama yang me-launching GISA. Saya berharap gagasan ini bisa terus disosialisasikan ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

End of content

No more pages to load