lustrasi pencabulan anak. metro.tempo.co
lustrasi pencabulan anak. metro.tempo.co

MALANGTIMES - Muhammad Agus, warga Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, orang tua LH (20), korban pencabulan yang dilakukan  RWP (20), warga Jalan Diponegoro, Dusun Gading, Krebet, Bululawang, Kabupaten Malang, saat ini telah kehilangan kesabaran.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Dia merasa telah diberi harapan palsu oleh keluarga pelaku pencabulan terhadap anaknya. Sejak 2016 lalu, pasca-kejadian pencabulan yang berujung kehamilan, keluarga pelaku berjanji dan sepakat untuk bertanggung jawab dan memberikan nafkah  kepada korban dan anak yang dikandungnya.

Karena ada kesepakatan dari pihak keluarga pelaku untuk bertanggung jawab, pihak keluarga korban akhirnya mencabut laporan polisi yang sudah dialporkan pada 2016 lalu di Polres Malang. Namun, hingga berjalannya waktu sampai tahun 2018, kesepakatan dan janji yang pernah dibuat tersebut tak pernah ada kejelasan. Hingga detik ini, keluarga pelaku RWP juga tak pernah menunjukkan  iktikad baik. Bahkan, sekadar menjenguk pun tak pernah dilakukan.

Untuk itu, Agus bakal kembali melaporkan kasus itu ke Polres Malang. Sebelumnya, kasus tersebut memang sudah dilaporkan pada 2016 lalu. Namun sempat dicabut karena ada janji dari keluarga pelaku yang disebut-sebut sebagai putra pengusaha ayam.

"Semua kesepakatan, sama sekali tidak pernah ada yang dilakukan. Tidak ada iktikad baik. Jangankan biaya anak, menanyakan kabar pun tidak pernah. Saya minta kasus ini diproses secara hukum. Kami sekeluarga sudah tidak mau ada damai-damai lagi. Kamu sudah capek," tandasnya ketika ditemui MalangTIMES di kediamannya (14/11/2018).

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Selama ini, untuk biaya sehari-hari sang bayi yang kini hampir menginjak usia dua tahun dan ibunya ini, Agus harus berjuang keras untuk memenuhi keperluannya dengan berjualan kue di sebuah kawasan pertokoan.

"Setelah kami mencabut laporan di polisi, mereka sudah nggak pernah kontak lagi. Lepas tanggung jawab. Makanya kami mau ini diproses," pungkasnya. (*)