Keluarga korban pencabulan saat dikunjungi awak media. (Foto : Istimewa)
Keluarga korban pencabulan saat dikunjungi awak media. (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang bergerak cepat menindaklanjuti dugaan kasus pencabulan oleh putra seorang pengusaha ayam di Bululawang terhadap seorang wanita hingga hamil. UPPA mengerahkan personelnya guna melakukan penyelidikan.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Keputusa  itu diambil setelah kuasa hukum keluarga korban pencabulan yang berinisial LH melayangkan laporan untuk kali kedua, Rabu (14/11/2018) sore.

“Iya benar. Hari ini kami sudah menerima berkas laporan pembaharuan pencabulan tersebut,” kata salah satu penyidik UPPA Polres Malang, Aipda Erlehana, kepada awak media.

Erlehana menceritakan kilas balik perkara yang kembali dikasuskan tersebut. Menurut dia, kasus pencabulan itu sebenarnya sudah pernah dilayangkan ke Polres Malang pada tahun 2016 lalu. “Saat itu sudah dimediasi. Terlapor bersedia bertangung jawab kepada LH (korban),” terang Erlehana.

Belakangan diketahui keputusan yang sudah disepakati ternyata tidak terealisasi. Sehingga kasus ini akhirnya dilimpahkan kembali ke UPPA Polres Malang, Rabu (14/11/2018). “Laporan pembaharuan ini sudah ditindaklanjuti. Mulai hari ini penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (terlapor) dan akan diproses secara hukum,” ungkap Erlehana.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Seperti diberitakan sebelumnya, pembaruan laporan kasus ini dilakukan kuasa hukum keluarga korban yang berinisial LH, yakni Eka Bagus Effendi. Pada 2016 lalu, kasus ini sudah pernah dilaporkan. Namun, laporan dicabut karena ada mediasi yang perjanjianya disepakati kedua pihak.

 Ada beberapa poin yang menjadi kesepakatan antara kedua  pihak sehingga laporan dicabut akhir tahun 2016 lalu. Di antaranya, pelaku RWP bersedia untuk menikahi korban. Sedangkan kesepakatan selanjutnya adalah menanggung biaya persalinan senilai Rp 10 juta. Bahkan jika janin di dalam rahim korban lahir, nantinya akan dihidupi oleh keluarga pelaku RWP. 

Namun kenyataannya, kesepakatan tersebut justru tidak terealisasi. Sehingga kasus tersebut dilaporkan kembali ke UPPA Polres Malang. (*)