Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Agoes Edy Putranto saat memberikan sambutan (Hendra Saputra)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Agoes Edy Putranto saat memberikan sambutan (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Kota Malang tidak pernah berpuas diri untuk menciptakan daerah bersih dan nyaman, salah satunya dengan menyiapkan payung hukum dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah yang dibahas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama masyarakat di Hotel Santika, Rabu (14/11/2018).

Dalam acara tersebut, DLH sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mempunyai hajat mengundang beberapa elemen dari masyarakat, industri, OPD terkait serta jajaran lainnya.

Baca Juga : Pemudik yang Terindikasi Covid-19 di Kabupaten Malang Bakal Dibawa ke Safe House

Di situ DLH memberikan uji publik Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pengelolaan sampah yang akan diajukan untuk tahun 2019 mendatang. 

Selain itu, juga membahas Rancangan Peraturan Walikota (Ranperwal) tentang Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Launching Gerakan Bawa Kantong Belanja Dari Rumah (Hendra Saputra)

"Jadi kami saat mengajukan Ranperda maupun Ranperwal itu melibatkan masyarakat, industri hingga hotel. Intinya semua untuk kebersihan persampahan di Kota Malang, dan khususnya sampah plastik," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Agoes Edy Putranto kepada MalangTIMES.

Lebih dalam, Agoes Edy Putranto menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dan juga industri dalam pembahasan Ranperda dan Ranperwal sangatlah penting. 

"Nanti supaya jika dirasa kurang pas, silahkan disampaikan saat pembahasan tersebut. Namanya saja uji publik, jadi masyarakat harus tahu," imbuhnya.

Selama ini, sampah plastik memang menjadi yang paling dominan di Kota Malang. 

Karena gaya hidup kota yang terkenal dengan Arema nya ini sudah menyerupai Ibukota.

Dan, Agoes Edy Putranto saat ini memfokuskan untuk mengurangi sampah plastik walau tidak mengesampingkan sampah-sampah yang lain.

"Tujuannya agar sampah plastik ini bisa dikurangi, walaupun tidak semua langsung bisa berjalan. Karena pemerintah tanpa dibantu masyarakat, tidak akan mungkin bisa berhasil," tuturnya.

Baca Juga : Banyak Manfaat Kantongi SLF, Berikut Syarat-Syarat Kepengurusannya

Sementara itu narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ujang mengaku bahwa urusan sampah bukanlah hal remeh lagi. 

"Ini sudah menjadi urusan global, se Indonesia permasalahannya sama kalau bicara tentang sampah, jadi kita tidak boleh menganggap remeh," tukas Ujang.

Lebih lanjut, Ujang memuji Kota Malang karena mampu mneyelesaikan Ranperda maupun Raperwal tentang pengelolaan sampah. 

"Ini progres yang sangat bagus bagi Kota Malang, dan saya rasa Kota Malang selalu menjadi percontohan kota lain di Indonesia, semoga selalu konsisten," harapnya.

Dalam acara tersebut, juga di galakkan 'Gerakan Bawa Kantong Belanja Dari Rumah'. 

Dimana tujuannya untuk mengurangi sampah plastik yang selama ini menjadi timbunan sampah terbanyak di dunia.