MALANGTIMES - Bicara soal klinik kecantikan, sepertinya tempat tersebut sudah menjadi destinasi wajib bagi para kaum hawa. Seperti halnya di Blitar, klinik kecantikan sudah bukan hal tabu dan banyak dijumpai di berbagai tempat, bahkan menyebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Blitar.

Namun sayangnya, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar sejumlah klinik kecantikan yang membuka praktek ini tak satupun yang mengajukan izin operasional.

Seperti halnya yang diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dr. Christine Indrawati. Menurut dia, Dinkes memang tak memiliki data pasti jumlah klinik kecantikan yang membuka praktek di Kabupaten Blitar. Namun berdasarkan pantauan di lapangan dipastikan ada puluhan klinik kecantikan yang beroperasi secara bebas akan tetapi tak ada satupun yang memiliki izin resmi. "Pantauan di lapangan sudah ada puluhan yang beroperasi namun semua tidak pernah mengajukan ijin," ucap dr.Christine.

Diduga, hal ini dikarenakan pemilik bisnis klinik kecantikan ini enggan mengajukan perizinan ke Dinas Penanaman Modal Dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP). Karena harus melewati prosedur-prosedur yang cukup rumit, sama seperti pengurusan perizinan klinik kesehatan swasta.

Menanggapi hal itu, pihaknya kerap melakukan sosialisasi ke pemilik klinik kecantikan di Blitar, untuk segera mengurus izin operasional kliniknya. Menurut Christine, sepintas klinik kecantikan di Blitar dari luar berbentuk salon. Namun, di dalam ada praktek klinik kecantikan.

"Dengan kondisi ini tentu kami semakin intens turun ke lapangan. Kita memberikan sosialisasi agar pemilik mengajukan izin. Karena biasanya, mereka dari luar hanya nampak seperti salon bisa namun di dalamnya ada praktek klinik kecantikan," pungkasnya.(*)