Launching e-retribusi di Pasar Besar Kota Malang yang dihadiri Wali Kota Malang Sutiaji (tengah), Selasa (23/11/2018). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Launching e-retribusi di Pasar Besar Kota Malang yang dihadiri Wali Kota Malang Sutiaji (tengah), Selasa (23/11/2018). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Program e-retribusi resmi di-launching, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang dari retribusi pasar tembus hampir 100 persen. Sejak diterapkan pada Agustus 2018, realisasi retribusi pasar sudah mencapai 90 persen dari target Rp 5,5 miliar. Dinas Perdagangan Kota Malang pun optimistis angka tersebut akan terpenuhi hingga akhir tahun 2018.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang  Wahyu Setianto menyampaikan, saat ini sudah ada 22 pasar yang menerapkan sistem e-retribusi. Di antaranya  Pasar Besar, Pasar Embong Brantas, Pasar Nusakambangan, Pasar Klojen, Pasar Tawangmangu, Pasar Sukun, Pasar Buku Wilis, Pasang Mergan, Pasar Bareng, Pasar Sawojajar, Pasar Bunulrejo, Pasar Gadang Lama, Pasar Kota Lama, Pasar Kedungkandang, Pasar Talun, Pasar Lesanpuro, Pasar Bunga Burung, Pasar Oro-Oro Dowo, dan Pasar Kasin.

Baca Juga : 4.866 Keluarga Penerima Manfaat di Kota Batu Terima Bantuan Pangan Non Tunai Rp 200 Ribu

"Dan sisanya masih dalam tahap," kata Wahyu kepada wartawan usai acara Festival Pasar dan launching e-Retribusi yang digelar di Pasar Besar, Selasa (13/11/2018).

Wahyu menjelaskan, program e-retribusi pasar sudah lama digagas saat Dinas Perdagangan masih bernama Dinas Pasar. Namun memang baru direalisasikan  pertengahan 2018. Ada banyak pertimbangan yang menjadikan penarikan retribusi pasar beralih dari karcis menjadi e-money. Salah satunya adalah untuk mencegah kebocoran anggaran.

"Karena pasti akan timbul kecemburuan sosial saat menggunakan karcis karena ada ketakutan dana tak sampai ke pusat," imbuhnya.

Sementara terkait Festival Pasar yang digelar bersamaan dengan launching program e-retribusi, Wahyu mengatakan itu sudah digagas sejak lama. Tujuannya adalah mengajak masuarakat untuk kembali herbelanja di pasar rakyat dan tidak terlalu bergantung pada pasar modern.

Menurut dia, meskipun pasar modern saat ini tidak dapat dihindari lantaran berkaitan dengan investasi,  pasar rakyat harus tetap dapat bersaing. Pasalnya, ada banyak keuntungan yang didapat saat berbelanja di pasar rakyat. Di antaranya adalah berkomunikasi dengan para pedagang dan ada transaksi tawar-menawar. "Maka sudah saatnya kita memang kembali berbelanja di pasar rakyat," pungkasnya.

Baca Juga : Pemprov Jatim Buka Posko Pendampingan Pendaftaran Program Kartu Prakerja di 56 Lokasi

Festival Pasar dan launching e-retribusi itu sendiri diresmikan langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji yang  hadir beserta istri serta  didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto dan jajaran organisasi pemerintah daerah (OPD) Kota Malang. (*)