Jemput Bola Perekaman E-KTP, Disabilitas dan Lansia Tak Perlu Susah-Susah ke Pemkot Batu

Nov 12, 2018 16:53
Para petugas saat membantu Yuliani melakukan scan sidik jari di rumah Jl Metali Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Senin (12/11/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Para petugas saat membantu Yuliani melakukan scan sidik jari di rumah Jl Metali Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Senin (12/11/2018). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Penyandang disabilitas, warga sedang sakit, dan lansia yang tidak mau untuk keluar rumah dan belum melakukan eletronik KTP (e-KTP) dimudahkan Pemkot Batu. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Sebab petugas pemkot akan datang untuk melakukan perekaman lengkap dengan peralatannya.

Seperti halnya yang di alami oleh Yuliani (39) penyandang disabilitas mental atau Orang Dengan Gangguan Jiwa karena kondisinya itu petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu datang ke rumahnya Jl Metali Kelurahan Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Senin (12/11/2018). 

Para petugas yang datang itu membawa beragam perangkat elektronik yang digunakan untuk perekaman. Mulai dari komputer, iris scanner, finger print, signature pad, dan kamera.

Tahap demi tahap dilakukan oleh warga tersebut mulai dari pencatatan nomor Kartu Kerluarga (KK), pengambilan sidik jari menggunakan finger print hingga scan iris scanner. 

Hanya saja saat melakukan perekaman pada sidik jari dan iris mata harus dilakukan berulang kali oleh Yuliani. Karena beberapa kali sidik jari tidak terdeteksi.

“Sedangkan untuk yang scanner iris mata ini gagal berkali-kali memang. Karena Mbak Yuliani ini matanya kurang meloto sehingga alat tidak bisa mendeketsi,” ungkap Adi Hariyo Administrator Data Base Dispendulcapil Kota Batu.

Menurutnya, kegagalan itu sering terjadi terhadap para lansia dan disabilitas. Akan tetapi jika scan sidik jari gagal bisa diantisipasi melalui iris mata dan sebaliknya. 

Kepala Dispendukcapil Kota Batu Maulidiono menambahkan kurang lebih ada 20 orang yang akan dilakukan perekaman e-KTP. 

Tentunya jumlah itu adalah mereka yang belum melakukan perekaman karena kondisinya tidak bisa keluar rumah. 

Baca Juga : Jokowi Minta Pemda Pangkas Belanja yang Tidak Prioritas untuk Penanganan Covid-19

“Kami melakukan jemput bola kepada lansia, disabilitas, dan sebagainya,” ucap Maulidiono. 

Jemput bola ini dilakukan itu untuk mempermudah bagi warga yang tidak bisa melakukan ke luar rumah. Tentunya agar mereka memiliki identitas. 

“Ya ini untuk mempermudah mereka sehingga bisa punya identitas,” tambahnya.

Semetara itu Ernwati adik kandung Yuliani menjelaskan bahwa Yuliani usianya 39 tahun ini baru melakukan perekaman kali ini. 

Tentunya dengan hadirnya petugas yang datang untuk melakukan perekaman sangat membantu.

“Akhirnya di usia 39 tahun bisa punya e-KTP. Karena dengan hadirnya petugas ini sangat membantu orang yang berkebutuhan khusus,” jelas Erni. 

Topik
Program Jemput Bolaperekaman e KTPPemkot BatuLansia Kota BatuDisabilitas Kota Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru