Outlet BUMDesa SMS yang terletak di Desa Sutojayan,  Pakisaji, sebagai ruang pemasaran produk unggulan warga desa (Nana)
Outlet BUMDesa SMS yang terletak di Desa Sutojayan, Pakisaji, sebagai ruang pemasaran produk unggulan warga desa (Nana)

MALANGTIMES - Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) menjadi primadona bagi seluruh desa yang ada di Indonesia. 

Baca Juga : Target Agustus, Mal Pelayanan Publik Kota Malang Dimungkinkan Molor

Melalui dorongan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), BUMDesa kembali di 'bumikan'. 

Dengan adanya pendampingan, baik anggaran maupun pendamping dalam menstimulus pemerintah desa. 

Hasilnya, dalam kurun waktu sekitar 3 tahun, banyak BUMDesa bermunculan. 

Menjadi bagian dalam pembangunan ekonomi serta menjadi andalan masyarakat di berbagai desa. 

Hal ini juga yang dilakukan oleh pemerintah Desa (Pemdes)  Sutojayan, Kecamatan Pakisaji. 
Uniknya, Pemdes Sutojayan mampu menaklukkan berbagai persoalan yang menimpa desa lainnya. Dalam membentuk dan mendirikan BUMDesa. 

Siti Rukhoiyah Kepala Desa Sutojayan,  Pakisaji, menyatakan, bahwa berbagai kesempitan dalam pendirian BUMDesa baik mengenai anggaran, lokus unit usaha, sumber daya manusia, pemasaran dan hal teknis lainnya bisa ditundukkan dengan hanya bermodal niat. 

"Kita saat mengawali pendirian BUMDesa hanya punya niat kuat. Tidak ada modal yang bisa kita sertakan melalui Dana Desa (DD). Karena saat kita dirikan BUMDesa sudah dipertengahan tahun," kata Siti kepada MalangTIMES,  Senin (12/11/2018) dalam acara Replikasi Inovasi Desa di balai Desa Sutojayan. 

Niat yang kuat inilah yang ternyata mampu membuat BUMDesa yang dinamakan Sutojayan Makmur Sejahtera disingkat SMS bisa berjalan sampai saat ini. 

Terhitung BUMDesa SMS telah berusia 6 bulan sampai saat ini. 

Rentang usia yang masih dini tersebut, ternyata membuat geliat perekonomian warga desa ikut 'berdarah'. 

Berbagai usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada dirangkulnya menjadi bagian dalam BUMDesa. 

Dari UMKM keripik tempe,  jamur sampai dengan berbagai olahan makanan khas Pakisaji. 

Selain produk unggulan makanan yang ada di warga desa,  Siti juga menyatakan, dalam BUMDesa SMS juga menampung dua produk lainnya. Yakni, pokja Hipam dan pengelolaan sampah. 

Baca Juga : Bansos untuk Warga Terdampak Covid-19 Mulai Disalurkan, Pemkot Malang Buat Skema Baru

"Tapi untuk dua unit ini belum berjalan. Pokja perdagangan yang sudah jalan dan sudah memiliki outlet," ujarnya. 

Disinggung proses menaklukkan berbagai kelemahan yang ada,  Siti menjelaskan kunci keberhasilan pendirian BUMDesa SMS karena niat yang kuat dan kerja keras semua pihak.

Mengangkat dan melebarkan pemasaran produk UMKM warga Sutojayan melalui outlet yang ada di desa serta diberbagai kegiatan-kegiatan yang ada di Kabupaten Malang maupun luar. 

"Selain tentunya juga kita mengandalkan jaringan pemasaran melalui para pemuda desa yang melek teknologi. Dalam memasarkan produk warga melalui media sosial," ujar Siti.

Dikesempatan yang sama Edy Wahyu Kurniawan Pendamping Desa (PD) Pakisaji juga menyatakan, bahwa promosi pemasaran melalui media sosial (medsos) memang sangat berperan dalam berjalannya BUMDesa SMS. 

"Tanpa modal awal kita benar-benar berjalan dengan niat dan kerja keras seluruh elemen. Para pemuda menjadi pilar dalam mempromosikan produk lewat medsos," ujar Edy. 

Hebatnya, seluruh pengurus BUMDesa SMS sampai saat ini belum pernah mendapatkan penghasilan pribadinya. 

Mereka bekerja bersama-sama membesarkan BUMDesa tanpa mengharapkan imbalan. 

"Kekuatan besar membangunkan raksaksa tidur bernama BUMDesa di sini adalah niat,  kerja keras dan pengabdian. Warga dan pemdes bersama-sama membangun perekonomian desa," imbuh Edy. 

Dari modal besar tanpa kapital,  BUMDesa SMS sudah bisa memutar aset sebesar Rp 10 juta saat ini. 

Siti pun menyatakan, di tahun depan pihaknya akan lebih memfokuskan dirinya untuk menguatkan permodalan BUMDesa SMS. 

"Tahun depan tentunya kita akan menyertakan modal. Karena BUMDesa memang terbukti mampu merangkul UMKM desa serta mengoptimalkan pendapatan warga," pungkasnya.