Kepala Dinas Pariwisata Kota Malang, Kusnadi (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Dinas Pariwisata Kota Malang, Kusnadi (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Dinas Perhubungan Kota Malang sampai saat ini belum mendapat respons dari Kementerian Perhubungan terkait permohonan tukar guling jalan nasional. Rencananya, dalam waktu dekat Dishub akan kembali mengirimkan surat permohonan itu. Karena upaya tukar guling itu dinilai sangat efektif untuk mengatasi kemacetan di kota pendidikan ini.

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Kepala Dishub Kota Malang, Kusnadi menjelaskan, surat permohonan itu kembali dikirim sekitar satu bulan lalu. Namun masih belum juga mendapatkan respon. Sehingga dalam waktu dekat ia memilih untuk kembali mengirimkan surat dengan perihal yang sama. Dia pun berharap agar pemerintah pusat segera merespon surat tersebut.

"Karena ada banyak yang sudah mengeluhkan jalanan macet, dan tukar guling jalan nasional mejadi jalan kota termasuk yang sangat solutif," katanya pada MalangTIMES belum lama ini.

Menurutnya, jalan-jalan nasional dan provinsi yang kini letaknya ada di tengah kota akan sangat efektif ketika ditukar dengan jalanan ya g di kelola Kota Malang dan berada di daerah pinggiran. Sehingga, jalan-jalan yang selama ini dilalui oleh kendaraan besar seperti truk gandeng dan lain sebagianya tidak lagi dijadikan jalur ketika pengelolaannya sudah diserahkan kepada pemerintah Kota Malang.

Karena sebagaimana aturan yang ada, jalanan kota tidak diperkenankan untuk dilalui oleh kendaraan besar seperti truk misalnya. Seperti kawasan Jl. Raden Intan misalnya, yang lokasinya ada di perkotaan dan selama ini dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab kemacetan.

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Hal itu menurut Kusnadi akan mampu menekan jumlah kendaraan yang lalu lalang di dalam kota. Sehingga, kendaraan bermuatan besar dapat melalui jalur pinggir kota tanpa harus memasuki area perkotaan. Selain itu, jalur lingkar juga diharapkan dapat dimanfaatkan lebih maksimal lagi.

"Jadi truk bisa melewati jalur pinggir dan ada jalur lingkar untuk mengurangi kemacetan. Karena jika andalkan APBD kota malang sangat tidak mungkin," pungkasnya.