Puisi Fahri Hamzah Tuai Apresiasi Sampai Libatkan Genderuwo

Fahri Hamzah (Ist)
Fahri Hamzah (Ist)

MALANGTIMES - Membaca berbagai komentar politikus yang akhirnya menyulut sumbu warganet kerap masyarakat dibuat geleng-geleng kepala. Satu sisi bisa buat tersenyum bahkan tertawa terbahak-bahak. Sisi lain membuat kita kerap mengurut dada. 

Pun,  saat seorang Fahri Hamzah, wakil ketua DPR, membuat sebuah puisi untuk mengenang Hari Pahlawan. Karena kerap tampil secara menyolok di berbagai media mainstream maupun media sosial (medsos) dalam melakukan fungsinya sebagai legislatif, puisi Fahri Hamzah itu pun malah menyulut adu jempol warganet. 

Di satu sisi melakukan apresiasi positif. Di sisi lainnya melakukan hujatan atas puisi Fahri Hamzah. Bahkan dari puisi yang diberi tagar Selamat Hari Pahlawan,  bisa sampai pada genderuwo. 

"Waktu,
Yang aku tau,
Tentang rindu,
Dan yang aku sesalkan,
Dan yang aku syukuri,
Pada jalan yang berliku,
Adalah terpaksa menjadi milikmu,
Dan kerinduanmu yang aneh...
Seperti sisi gelap setiap kejadian..
Malam atau menjelang hilangnya cahaya..kau hadir.
#SelamatHariPahlawan

Begitulah Fahri Hamzah melalui akunTwitternya membuat puisi. Puisi yang membuat warganet mengapresiasinya. 
@babehferguson menuliskan apresiasinya,  seperti ini "Mantap Pendekar Syair Berdarah. Mungkin nanti syairnya berupa kritik... ".  Atau @jeblengmahpati yang berkomentar,  "Saya salut dg anda bang Fahri, tetap punya komitmen... Lnjutkn jgn goyah seperti profesor terhormat, yg mnjilat ludahnya sendiri,  demi pribadinya, ". 

Warganet lainnya pun membanjiri akun twitter Fahri yang dalam biodata menuliskan,  "akun dipegang sendiri. Boleh kritik & maki2 kalau sebel... ". 
Maka, tak membutuhkan waktu panjang,  warganet lainnya pun mulai menyerang puisi Fahri Hamzah. @KopiJahe9 menulis kepada Fahri Hamzah "Apaan tuh bang. Masa kerinduanmu yg aneh... Jelek bgt kata2nya. Maksa bet. Sumpah jelek banget," komentarnya. 

Tidak sampai terbelah di puisi Fahri tersebut. Warganet yang sudah terbelah sejak lama dalam dua kubu, menariknya ke ranah Genderuwo. 

Genderuwo tiba-tiba menjadi viral di medsos untuk saling menyerang. Idiom Genderuwo yang merupakan salah satu mahkluk halus yang kegemarannya menakut-nakuti serta dalam khasanah jawa disebut dengan memedi (berasal dari kata medeni = memedi = menakutkan/menakuti). Mencuat ramai saat Jokowi memakainya sebagai gambaran politikus saat ini yang memakai ilmu Genderuwo dalam berpolitik. 
"Kita lihat dengan propaganda menakutkan, membuat kekhawatiran, dan membuat ketidakpastian. Masyarakat lalu digiring dan dibuat ragu ragu. Cara cara politik seperti ini tidak beretika, dan itu namanya politik genderuwo, menakut nakuti," ujar Jokowi di Tegal, Jawa Tengah, Jumat, (9/11/2018) lalu. 

@212Kamptret menulis di akun Fahri, "Ini salah satu pengikut GERINDUWI #PolitikGenderowo ". Tidak butuh lama, warganet di kubu Fahri yang sampai saat ini berada di belakang Prabowo-Sandiaga,  pun membalas komentar tersebut. "Putra Kodok. Anak kodok punya otak?" tulis @IniKangUto. 

Saling serang dimulai dengan menampilkan foto juga. @212Kamptret menulis lagi, "Iniiii junjungan enteee... Sangat passs. Ente ngatain mukee sendiri, " sambil memposting foto. 

Fahri Hamzah pun terlebih dahulu menyampaikan mengenai Genderuwo tersebut. Dirinya mengatakan,  yang memiliki kapasitas sebagai genderuwo adalah pemerintah, bukan rakyat. "Rakyat itu tidak punya kapasitas menjadi genderuwo atau sontoloyo. Yang punya kapasitas sontoloyo dan genderuwo itu pemerintah. Makanya harus kembali ke sendiri. Jadi ini menepuk air terpercik ke muka sendiri, sebenarnya begitu loh," ucap Fahri,  dua hari lalu di Jakarta,  seperti dilansir di media nasional. 

 

Editor : A Yahya
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top