Kenalkan Anak Milenial dengan Permainan Tradisional, Disperkim Pasang Wahana Permainan Tradisional Baru di Alun-alun

Nampak pengunjung Alun-alun Kota Malang sedang menikmati permainan tradisional dakon (Disperkim For MalangTIMES)
Nampak pengunjung Alun-alun Kota Malang sedang menikmati permainan tradisional dakon (Disperkim For MalangTIMES)

MALANGTIMES - Permainan modern telah lama melengserkan permainan tradisional. Anak-anak era milenial saat ini, lebih akrab dengan permainan digital daripada dakon, engklek, gobag sodor, egrang, halma, bahkan catur. Terkadang bukan karena tidak menarik, tetapi karena memang benar-benar belum kenal dan belum tahu. 

Karenanya, Alun-alun Kota Malang saat ini punya fasilitas permainan baru, yakni permainnan tradisional. Permainan tersebut, tentunya akan mengingatkan kalian generasi 90 saat bermain permainan tradisional dahulu kala.

Dengan adanya permainan tradisional tersebut di Alun-alun Kota Malang, maka tentunya akan semakin memberikan pengetahuan bagi anak-anak tentang jenis-jenis permainan warisan para pendahulu yang memang tetap lestari dan begitu asik untuk dimainkan.

permainan tradisional yang ditambahkan Disperkim di Alun-alun Malang

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, Ir Kuncahyani mengungkapkan, ditambahkannya beberapa permainan tradisional tersebut, selain karena untuk meraih predikat Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), juga untuk kembali mengenalkan dan mengingatkan para anak-anak bahwa sebelum adanya permainan era digital, telah ada permainan tradisional yang itu memiliki sejarah, nilai kebersamaan yang belum tentu dimiliki permainan moderen.

"Karenanya ini akan sangat bagus sekali untuk dikenalkan kepada anak-anak. Harapannya kan nantinya juga bisa semakin dilsetarikan oleh genarasi penerus. Dan ini persembahan khusus bagi anak-anak Kota Malang agar bisa menikmati dan merasakan permainan tradisional di Alun-alun Kota Malang," bebernya (11/11/2018).

Lanjutnya, untuk permainan tradisional yang ditambahkan, di antaranya seperti permainan dakon maupun permainan engklek. Menurut Yani, permainan tradisional seperti engklek, bukan saja hanya sekedar permaianan. Sebab permainan engklek  bagus untuk melatih otot-otot kaki saat melompat, semacam olah raga dan juga melatih ketepatan dan kejelian dalam melempar gacoan ke dalam kotak yang akan dituju.

permainan tradisional yang ditambahkan Disperkim di Alun-alun Malang

Sedangkan untuk permainan dakon, juga memberikan banyak manfaat, seperti melatih berhitung, belajar kejujuran, mengatur strategi dan mematuhi peraturan dalam permainan.

"Fasiltas permainan ini dapat dinikmati secara gratis di Alun-Alun Malang. Jam operasional permainan dakon dibuka pada hari Sabtu dan Minggu pukul 15.00 - 17.00. Sedangkan engklek dibuka setiap hari cukup dengan membawa gacoan bagi yang ingin bermain engklek di Alun Alun Malang," pungkasnya

 

Editor : A Yahya
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top