Unik, Puluhan “Pahlawan” Dilibatkan dalam Ujian SIM di Polres Malang

Salah satu petugas Satlantas Polres Malang saat mengarahkan peserta ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan mengenakan atribut pakaian adat, guna memperingati hari pahlawan, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Salah satu petugas Satlantas Polres Malang saat mengarahkan peserta ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan mengenakan atribut pakaian adat, guna memperingati hari pahlawan, Kabupaten Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada yang berbeda ketika puluhan peserta menempuh ujian Surat Izin Mengemudi (SIM), Sabtu (10/11/2018). Jika biasanya, personel Satlantas Polres Malang, nampak mengenakan seragam dinas ketika mengawasi peserta, kali ini puluhan petugas nampak berbeda. Mereka mengenakan busana adat, dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

“Ini memang sengaja kami lakukan sesuai mandat atasan, dalam rangka memperingati hari pahlawan,” terang Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polres Malang, Iptu Yudhi Anugrah Putra.

Yudhi menambahkan, sebelum menjalani serangkaian tahapan ujian SIM, setiap peserta diarahkan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa yang telah gugur. “Kami berharap, dengan  trobosan semacam ini, setiap peserta bisa menjadi pahlawan bagi diri sendiri maupun orang terdekat mereka. Salah satunya dengan cara tertib berlaku lintas,” imbuhnya.

Fenomena langka ini sontak membuat masyarakat terlihat begitu antusias, ketika menempuh serangkaian agenda ujian SIM. Wajar saja, jika biasanya para peserta was-was jika tidak lulus ujian. Namun dengan melihat petugas mengenakan busana adat khas pahlawan Indonesia ini, setidaknya bisa menjadi hiburan dan semangat tersendiri. “Jangan lupa berdoa sebelum menempuh ujian, semoga lolos. Merdeka,” kata salah satu petugas ujian SIM, yang disambut meriah oleh semua peserta.

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menuturkan trobosan semacam ini memang merupakan instruksi dari Mabes Polri. Tujuannya yakni untuk menanamkan jiwa kepahlawanan terhadap masyarakat. 

“Jiwa nasionalisme itu penting, oleh karenanya saya kerahkan anggota untuk mengenakan busana adat dalam peringatan hari pahlawan kali ini. Selain itu saya juga berharap agar masyarakat lebih menaati hukum, terutama saat berkendara di jalan umum,” ujar Ujung.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top