Autopsi Selesai, Pasutri Diduga Korban Pembunuhan Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

Ratusan warga mengantar dua jenazah dan dijadikan dalam satu Liang Lahat / Foto : Yohan Antoni / Tulungagung TIMES
Ratusan warga mengantar dua jenazah dan dijadikan dalam satu Liang Lahat / Foto : Yohan Antoni / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES - Pasca dilakukan otopsi oleh tim forensik, pasangan suami istri (pasutri) Didik (56) dan Suprihatin (50) yang diduga tewas dibunuh akhirnya diserahkan ke keluarga, Sabtu (10/11/2018). Sejak pagi, para peziarah telah berkumpul di rumah duka untuk takziyah menghantarkan keduanya ke pemakaman.

"Iya benar, (otopsi) selesai, tadi pagi (10/11/2018) pukul 08.00 WIB. Para korban dimakamkan oleh keluarganya di Dusun Blumbang Desa/Kecamatan Campurdarat," terang Kapolsek Campurdarat AKP Nengah Suteja. Ratusan warga yang turut berbela sungkawa tampak mengantar hingga ke liang lahat.  "Dibuatkan satu lubang dan secara bersamaan untuk  dua jenazah," jelas Suteja.

Kasus ini masih dalam penanganan serius Satreskrim Polres Tulungagung. Setidaknya lima orang telah menjadi perhatian khusus dalam penyidikan yang sedang berjalan.

Sebelumnya, korban pembunuhan diduga kuat melakukan perlawanan keras sebelum akhirnya tewas. Hal itu diketahui dari sejumlah luka yang diderita korban yang tinggal di Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat tersebut.

Hasil autopsi yang dilakukan terhadap kedua korban ditemukan luka pada bagian kepala kedua korban akibat benda tumpul dan benda tajam. "Ada luka diakibatkan benda tumpul dan ada gambaran luka yang diakibatkan benda tajam," tutur dokter forensik yang melakukan autopsi atas jasad keduanya, dr. Tutik Purwanti Sp.F selepas melakukan autopsi di Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD dr. iskak Tulungagung, Jum'at (9/11/2018).

Menurut dokter berparas ayu ini, luka di kepala korban merupakan luka yang cukup fatal.

Selain di kepala kedua korban, dari pemeriksaan juga ditemukan luka lecet pada kedua tangan Didik. Luka itu diduga akibat perlawanan yang dilakukan Didik saat hendak dihabisi nyawanya oleh pelaku. 

"Sepertinya ada tanda-tanda (perlawanan)," pungkas Dokter berjilbab itu. Selain menemukan adanya luka bekas benda tumpul, korban juga diketahui kaena mati lemas. Mati lemas sendiri biasa diakibatkan karena kekurangan oksigen atau kekurangan darah. "Dari pemeriksaan diketahui keduanya meninggal karena mati lemas," ujar Tutik.

Seperti diketahui, Didik dan Suprihatin ditemukan tak bernyawa pada Kamis (8/11/2018) oleh cucunya. Kondisi mereka bersimbah darah pada posisi berjauhan. Sang suami, Didik ditemukan di dalam kamarnya, sedang Suprihatin ditemukan penuh luka di ruang tamu depan.

Editor : Heryanto
Publisher :

Redaksi: redaksijatimtimes[at]gmail.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : redaksijatimtimes[at]gmail.com | redaksijatimtimes[at]gmail.com
Top